Rabu, 22 Mei 2024

KISI-KISI PAS SEJARAH INDONESIA KELAS XI

 


SONIA AYUNING PANGESTY, S.Pd. 

KISI-KISI PAS SEJARAH INDONESIA 

KELAS XI IPA DAN IPS 

Silahkan akses link dibawah ini untuk bisa mendownload kisi-kisi PAS Sejarah Indonesia

Kisi-Kisi PAS Sejarah Indonesia kelas XI TP. 23/24 

Jika ada pertanyaan silahkan diajukan pada kolom komentar atau langsung menemui/menghubungi ibu ya nak 

Kamis, 16 Mei 2024

PERAN BUNG KARNO DAN BUNG HATTA SERTA PARA TOKOH LAIN DALAM PERISTIWA PROKLAMASI

 


SONIA AYUNING PANGESTY, S.Pd.

SEJARAH INDONESIA 

KELAS XI IPA 3, XI IPS 1

KOMPETENSI DASAR 

3.9. menganalisis peran dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dan Bung Hatta sebagai proklamator serta tokkoh-tokoh lainnya sekitar proklamasi.

TUJUAN PEMBELAJARAN

peserta didik diharapkan dapat mendeskripsikan peran Bung Karno dan Bung Hatta sebagai seorang proklamator dan tokoh lainnya. 



Setiap tanggal 17 Agustus kita selalu memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Tanggal tersebut adalah sebuah momen penting untuk mengingat kilas balik perjuangan para pahlawan bangsa dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

Pada tanggal itu juga naskah proklamasi dibacakan dan ditandatangani oleh dua orang putra bangsa yang sangat membanggakan. Kedua putra bangsa itu merupakan pahlawan proklamator yang tak lain tak bukan adalah Ir. Soekarno dan juga Dr. Drs. H. Mohammad Hatta.

Kiprah “pasangan emas” dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Memang mereka tidak berjuang secara fisik dan senjata seperti pahlawan-pahlawan lain, akan tetapi mereka berjuang melalui ide-ide, pemikiran kritis, dan juga diplomasi kepada pemerintahan kolonial.

A. BUNG KARNO 

Presiden pertama Republik Indonesia ini bernama Soekarno, atau mungkin kita lebih akrab mendengar panggilan Bung Karno. Soekarno lahir di Blitar pada 6 Juni 1901. Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa sekolah dasar hingga tamat, Soekarno indekos di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto (HOS Tjokroaminoto) yang merupakan politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. 

Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah memupuk rasa nasionalisme dalam sanubarinya. Usai lulus HBS pada tahun 1920, beliau pindah ke ibukota Jawa Barat dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool) atau sekolah Teknik Tinggi yang sekarang disebut sebagai Institut Teknologi Bandung. Beliau pun berhasil meraih gelar insinyur pada 25 Mei 1926.

Kiprah Soekarno pun berlanjut ke bidang politik. Kemudian, sang proklamator merumuskan ajaran Marhaenisme serta mendirikan sebuah partai yang bernama PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927. Tujuan diberdirikannya partai ini adalah untuk menuju Indonesia merdeka.

Kompeni yang tidak senang dengan pergerakan Soekarno mengambil tindakan agar pemerintahan Hindia-Belanda saat itu masih bisa berdiri kokoh di tanah jajahannya. Akibatnya Belanda menjebloskan Soekarno ke penjara Sukamiskin yang berada di di Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan mendekam di jeruji besi, ia pun baru disidangkan. Dalam pidato pembelaannya yang berjudul “Indonesia Menggugat”, beliau menggambarkan kondisi politik internasional dan keadaan rakyat Indonesia di bawah belenggu kolonialisme.

Pembelaannya itu membuat Belanda semakin marah sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, beliau bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan diasingkan ke Ende, Flores, pada tahun 1933. Empat tahun kemudian ia dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah menelan berbagai pil pahit, perjuangannya tidaklah sia-sia. Pada Agustus 1945 ia bersama Moh. Hatta dan tokoh nasional lainnya menyusun naskah proklamasi yang akhirnya dibacakan pada 17 Agustus 1945. Pembacaan naskah ini sekaligus mengukuhkan kedaulatan Republik Indonesia

B. BUNG HATTA

Mohammad Hatta atau yang akrab dipanggil Bung Hatta adalah seorang pemikir, negarawan, ekonom, dan sekaligus menjadi Wakil Presiden Indonesia yang pertama mendampingi Soekarno. Ia lahir pada 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatra Barat.

Pendidikan masa kecil Moh. Hatta dimulai dari Sekolah Rakyat. Ia juga kental dengan pelajaran agama karena dilahirkan di lingkungan keluarga yang kuat akan ilmu agama. Beranjak dewasa, ia menempuh pendidikan di sekolah MULO. Selama pendidikan, beliau mempelajari banyak hal di luar pelajaran formal seperti keorganisasian. Kecintaannya terhadap organisasi masih terbawa saat ia melanjutkan pendidikan di PHS (Prins Hendrik School) pada 1921. Ia aktif menjadi bagian dari Jong Sumatranen Bond.

Ia pun lulus dari PHS dan mendapat beasiswa kuliah di Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda, Moh. Hatta kembali menambah kapasitas ilmunya dengan mempelajari hal-hal seperti tata negara dan juga ekonomi kolonial.

Keaktifan dalam organisasi tak terhenti, sejak Februari 1922, Bung Hatta telah terpilih menjadi bendahara di Indische Vereeniging, sebuah organisasi yang dipimpin oleh dr. Sutomo bersama dengan tokoh-tokohnya lainnya seperti dr.Sjaaf, Kaligis dan dr. Sarjito. Dalam perkembangannya pada tahun 1925 Indische Vereeniging diganti menjadi Perhimpunan Indonesia.

Di tahun 1925 itu, anggota Perhimpunan Indonesia mengumpulkan beberapa ratus golden untuk mengongkosi perjalanan dua orang ekonom dari perhimpunan Indonesia yaitu Moh. Hatta dan Syahrir untuk mempelajari cara mempraktekan koperasi di Denmark, Swedia dan Norwegia. Keberhasilan negara-negara tersebut dalam menjalankan koperasi menjadi tujuan dari Moh. Hatta dan Syahrir untuk mengembangkan ekonomi koperasi di Tanah Air. Jadi tidak salah kalau sekarang Moh. Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Atas desakan seluruh anggota, Moh. Hatta dicalonkan sebagai ketua dan tahun 1926 terpilih sebagai ketua Perhimpunan Indonesia. Sebagai Ketua Perhimpunan Indonesia Bung Hatta dapat menyampaikan gagasan-gagasannya terkait politik yang dianut dan akan dijalankan Perhimpunan Indonesia. Namun sama seperti Soekarno, Belanda menganggap ini adalah sebuah ancaman bagi pemerintahan kolonial.

Dalam masa perjuangan politiknya itu, Bung Hatta pernah ditangkap dan dipenjara dengan tuduhan menjadi anggota perhimpunan terlarang, terlibat dalam pemberontakan, dan menghasut untuk menentang Kerajaan Belanda. Setelah mendekam selama lima setengah bulan, berkat pembelaan dan perjuangan hukum teman-temannya beliau dibebaskan dari segala tuduhan.

Tak sampai di situ, bahkan dia juga pernah diasingkan oleh Belanda ke Digul dan Banda Neira. Saat pengasingan, ia menulis artikel-artikel untuk koran di Jakarta dan majalah-majalah di Medan yang tidak terlalu bermuatan politis. Tulisan-tulisan tersebut justru lebih bersifat menganalisis dan mendidik pembacanya.

Saat Jepang menduduki Indonesia, Hatta dibebaskan dan dijadikan penasihat oleh pemerintahan Jepang. Hal ini dimanfaatkan oleh Hatta untuk membela kepentingan rakyat Indonesia. Ia pun turut andil dalam keanggotaan Panitia Sembilan dan PPKI sebagai media persiapan kemerdekaan Indonesia.

Setelah perjuangan panjangnya, ia berhasil mewujudkan keinginan rakyat untuk memerdekakan Indonesia. Bersama dengan Soekarno, beliau menorehkan tinta “atas nama bangsa Indonesia” di dalam naskah proklamasi.

tugas : Silahkan catat dan rangkum BAB 9 dengan materi Peran Bung Karno dan Bung Hatta serta Tokoh lain dalam peristiwa proklamasi. di kumpulkan pada tanggal 21-05-2024. 

Selasa, 14 Mei 2024

PEMBENTUKAN PEMERINTAHAN INDONESIA

 


SONIA AYUNING PANGESTY, S. Pd.

SEJARAH INDONESIA 
KELAS XI IPA 3, XI IPS 1
RABU, 15 MEI 2024 

KOMPETENSI DASAR 
3.8 Menganalisis peristiwa pembentukan pemerintahan pertama Negara Indonesia dan maknanya bagi kehidupan kebangsaan Indonesia masa kini. 
4.8 Menalar peristiwa pembentukan pemerintahan Negara Indonesia pada awal kemerdekaan dan maknanya bagi kehidupan kebangsaan Indonesia masa kini dan menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah. 

TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui pendekatan saintifik dengan pembelajaran Discovery Learning peserta didik dapat berfikir kritis dan kreatif dalam menganalisis peristiwa pembentukan pemerintahan pertama negara Indonesia dan maknanya bagi kehidupan kebangsaan Indonesia masa kini. 

Pembentukan Pemerintahan Indonesia 


Kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai hasil perjuangan panjang dalam merealisasikan imajinasi atau cita-cita untuk bebas dari belenggu penjajahan. Selain itu kemerdekaan juga tidak lepas dari konstelasi dunia yang ikut berkontribusi melahirkan Indonesia dalam panggung Negara-negara di dunia. Pasca dijatuhkannya bom atom di Hirosima dan Nagasaki tanggal 8 dan 9 Agustus 1945, membuat Kaisar Hirohito pada tanggal 14 Agustus 1945 menyerah dan menyerukan penghentian perang melawan Sekutu. Tiga hari setelah itu, tanggal 17 Agustus 1945 kita dihadapkan pada beberapa peristiwa yaitu, jatuhnya kekuasaan Jepang di Indonesia dan kemenangan Sekutu yang berencana masuk ke Indonesia. Diantara dua peristiwa tersebut, tepat pada hari Jumat, pukul 10.00, tanggal 17 Agustus 1945, bertepatan dengan bulan Ramadhan, di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta, segenap rakyat Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Lalu dari proklamasi itulah berdiri Negara Indonesia, yang akan kita bela dan pertahankan kedaulatannya, sampai kapanpun. Mr. Mohammad Yamin pernah mengungkapkan bahwa Negara Indonesia dibentuk diatas asap reruntuhan kekuasaan senjata Jepang dan diatas abu perumahan Kolonial Belanda.

Pelaksanaan Sidang PPKI I 

Tanggal 18 Agustus 1945 di Gedung Chuo Sang In, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, PPKI mengadakan pertemuan perdana setelah Indonesia dinyatakan merdeka melalui proklamasi. Sebelum sidang dimulai, atas inisiatif Mohammad Hatta dikumpulkanlah beberapa orang seperti Sukarno, Ki Bagus Hadikusumo, K.H. Ahmad Wahid Hasyim, Kasman Singodimejo, dan Teuku Mohammad Hasan, untuk mendiskusikan aspirasi. Dalam pembukaan sidang PPKI I yang dimulai pukul 11.30 WIB, Sukarno menegaskan agar panitia berkerja secara cepat, abaikan hal kecil, dan fokus pada gagasan-gagasan besar yang mengandung sejarah, seperti penyusunan UUD dan memilih Presiden serta Wakil Presiden.
Pembahasan mengenai rancangan pembukaan dan UUD 1945 yang melahirkan kesepakatan bersama, berhasil disahkan dalam tempo kurang dari 2 jam. Sidang diskors pada pukul 21.50 WIB dan dimulai kembali pada pukul 03.15 WIB. Ketika sidang akan dilanjutkan, Otto Iskandardinata memberikan pandangan agar dibahas mengenai Pasal 111 dalam aturan peralihan yang berbunyi “Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan. Otto Iskandardinata juga mengusulkan agar pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan secara aklamasi, dengan mengajukan nama Sukarno dan Mohammad Hatta sebagai calonnya. Semua peserta sidang menerima usulan ini secara aklamasi sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dengan demikian pada Sidang PPKI I tanggal 18 Agustus 1945, bangsa Indonesia memperoleh landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu UUD 1945, yang mana didalam pembukaan UUD 1945 terkandung dasar Negara Pancasila, serta kepemimpinan nasional dalam diri Presiden dan Wakil Presiden.

Silahkan Akses PPT dibawah ini ya anak-anak ibu yang pintar, sholeh dan sholehah. di baca lalu di pahami ya nak!!

apabila ada materi yang belum bisa di pahami ibu persilahkan untuk ajukan pertanyaan di komentar atau menghubungi ibu ya nak. selamat belajar anak-anak ibu yang baik..
 



Rabu, 20 Maret 2024

PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI

 


Nama : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd

Sejarah Indonesia 
Kelas XI IPA 3 dan XI IPS 1 
Rabu, 20 Maret 2024 

KD (Kompetensi Dasar)
3.7. PROKLAMASI KEMERDEKAAN DAN MAKNANYA BAGI BANGSA INDONESIA
4.7. menalar peristiwa Proklamasi dan maknanya bagi kehidupan bangsa Indonesia dalam cerita sejarah

Tujuan Pembelajaran 
anak-anak dapat berfikir kritis dan kreatif dalam menganalis sebuah peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi kemerdekanaan Indonesia secara individu maupun berdiskusi kelompok untuk menceritakan sebuah narasi cerita sejarah. 

Latar Belakang 

Indonesia resmi memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Namun, sebelum itu, ada serangkaian peristiwa penting menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia. Peristiwa-peristiwa penting itu pulalah yang turut melatarbelakangi dibacakannya proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Dibentuknya BPUPKI dan PPKI 

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai resmi dibentuk oleh Jepang pada 29 April 1945, bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Sebelum membentuk BPUPKI, Jepang tengah dalam kondisi terdesak karena kalah di Perang Asia Pasifik pada akhir 1944. Di sisi lain, rakyat Indonesia pun kian gencar melakukan pemberontakan di berbagai daerah untuk menuntut kemerdekaan. Untuk keluar dari kondisi terdesak itu, Jepang akhirnya memutuskan memenuhi janji memberikan kemerdekaan kepada rakyat Indonesia. 

Langkah awal yang diambil Jepang untuk memenuhi janji tersebut adalah dengan membentuk BPUPKI. Meski, Jepang sebenarnya memiliki motif lain dalam pembentukan BPUPKI, yaitu menarik simpati rakyat Indonesia dan mempertahankan sisa-sisa kekuatan mereka. Akan tetapi, rencana Jepang tidak berjalan dengan baik. BPUPKI justru serius dan berhasil mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Setelah menyelesaikan tugasnya dengan baik, BPUPKI dibubarkan pada 7 Agustus 1945, kemudian Jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PPKI bertugas meneruskan persiapan kemerdekaan Indonesia dan memulai sidang pada 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi.
 
Peristiwa Rengasdengklok 

Setelah mendengar kabar Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, golongan muda mendesak proklamasi kemerdekaan Indonesia segera diumumkan. Namun, golongan tua berpendapat bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia sebaiknya dilakukan secara terstruktur dan mendapatkan pengakuan dari negara lain. Perbedaan pandangan itu kemudian membuat golongan muda berinisiatif "menculik" Soekarno dan Moh Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945. Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok demi menjauhkan dua tokoh penting bangsa Indonesia itu dari pengaruh Jepang. Penculikan Soekarno dan Hatta oleh golongan muda ini disebut sebagai Peristiwa Rengasdengklok. Setelah satu hari berada di Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta akhirnya setuju untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia selambat-lambatnya pada 17 Agustus 1945

Silahkan di klik tautan link PPT dibawah ini, mengenai bahasan materi kita minggu ini ya anak-anak ibu yang Pintar : 

PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI

kemudian kalian bisa mengerjakan beberapa soal yang ada di dalam PPT . berikut soal-soal yang dikerjakan (bisa dilihat dalam PPT) : 



Note : Kerjakan di Buku Catatan/Latihan paling lambat dikumpulkan hari ini pada jam 18.00,  dan silahkan kumpulkan FOTO TUGASNYA melalui XI MIPA 3 dan XI IPS 1(di beri nama dan kelas). 
(untuk yang belum maju Penilaian minggu kemarin "TEKS PROKLAMASI" bisa membuat Video kemudian upload pada link yang sama sesuai kelasnya)






Selasa, 20 Februari 2024

PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

 


Nama : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd.

Sejarah Indonesia 
Kelas XI IPA 3 dan XI IPS 1 
Rabu, 21 Februari 2024 

KD (Kompetensi Dasar)
3.5. Menganalisis sifat pendudukan Jepang dan Respon bangsa Indonesia
4.5. Menalar sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa Indonesia dan menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah 


Tujuan Pembelajaran 

Disajikan informasi serta gambar tentang kehidupan Indonesia masa pendudukan Jepang serta melalui diskusi dan belajar mandiri tentang pendudukan Jepang di Indonesia, dengan menerapkan sikap disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, peserta didik dapat menganalisis proses masuknya Jepang ke Indonesia beserta sifat dan respon masyarakat Indonesia terhadap pendudukan Jepang di Indonesia dalam bidang social, ekonomi, militer dan pendidikan dalam sebuah cerita sejarah dengan benar.

A. LATAR BELAKANG PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA 

    Pendudukan Jepang di Indonesia adalah salah satu periode penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Masa ini berlangsung selama lebih kurang 3,5 tahun, mulai dari Maret 1942 hingga Agustus 1945. Dalam masa ini, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan dan dampak yang berpengaruh hingga kini. 
    Latar belakang pendudukan Jepang di Indonesia terkait dengan Perang Dunia II di mana Jepang mencari sumber daya untuk menunjang keperluan perang. Jepang yang berpaham fasisme ingin menguasai negara-negara di Asia dan Pasifik untuk mewujudkan cita-cita Imperium Asia Timur Raya. Perang Dunia II di Asia dimulai pada 8 Desember 1941 saat tentara Jepang mendadak menyerang Pearl Harbor di Hawaii, pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat terbesar di Pasifik. Serangan ini memicu perlawanan dari negara-negara Sekutu, seperti Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Australia.
    Jepang bergerak cepat untuk menguasai wilayah-wilayah strategis di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang saat itu masih dikuasai oleh Belanda. Jepang tertarik dengan sumber daya alam Indonesia, terutama minyak bumi dan bahan mentah lainnya yang dibutuhkan untuk industri dan militer Jepang. 

B. KEBIJAKAN PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA 

Kebijakan pendudukan Jepang di Indonesia dapat dibagi menjadi dua fase, yaitu fase militer dan fase sipil. Fase militer berlangsung dari Maret 1942 hingga Maret 1943, sedangkan fase sipil berlangsung dari Maret 1943 hingga Agustus 1945.

-Fase Militer

Dalam fase ini, Jepang mengambil alih pemerintahan dari tangan Belanda dan membentuk organisasi militer yang disebut Gunseikanbu. Gunseikanbu dipimpin oleh seorang panglima tertinggi yang disebut Gunseikan. Di bawah Gunseikan ada beberapa komandan daerah yang disebut Gunseibu.

-Fase Sipil 

Dalam fase ini, Jepang mulai mengubah strategi dan memberikan konsesi-konsesi politik kepada rakyat Indonesia. Hal ini dilakukan karena Jepang mulai mengalami tekanan perang dari Sekutu dan membutuhkan dukungan dari rakyat Indonesia. Jepang juga ingin menunjukkan bahwa mereka adalah pembebas Asia dari penjajahan Barat.

C. DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA 

Pendudukan Jepang di Indonesia menimbulkan berbagai akibat, baik positif maupun negatif, bagi bangsa Indonesia. Akibat-akibat tersebut dapat dilihat dari berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan.

Silahkan di klik tautan link PPT dibawah ini, mengenai bahasan materi kita minggu ini ya anak-anak ibu yang baik : 


kalau sudah membaca PPT silahkan kerjakan Soal-soal berikut :
(Di tulis dalam buku Catatan/Latihan dan dikumpulkan di hari selasa, 27-02-2024)

1. Sebutkan Faktor-faktor utama yang menarik minat Jepang untuk datang ke Indonesia ?
2. Bagaimana nasib rakyat Indonesia masa pendudukan Jepang ?
3. Apa yang di maksud dengan ROMUSHA? Jelaskan!
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan gerakan 3A! Jepang Pemimpin Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Cahaya Asia. 
5. Tuliskan isi teks proklamasi kemerdekaan Indonesia?  


Minggu, 11 Februari 2024

KISI-KISI LATIHAN UJIAN SEKOLAH (LUS) SEJARAH INDONESIA KELAS XII IPA


Nama : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd

Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia 

Kelas : XII IPA 

Materi : Kisi-Kisi Latihan Ujian Sekolah (LUS)

link kisi-kisi soal lus kelas XII IPA  di bawah ini, silahkan di baca : 



Rabu, 07 Februari 2024

Indonesia Masa Pendudukan Jepang

 


Nama Guru : Sonia Ayuning Pangesty, S,Pd. 

Mata Pelajaran : Sejarah 

Kelas : XI IPA 3/ XI IPS 1

Materi : Indonesia Dalam Perdamaian Dunia (BAB 6) 

Pertemuan Ke : 1-3 

KD : Menganalisis sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa Indonesia . 

Tujuan Pembelajaran : peserta didik dapat menjelaskan dan mengevaluasi peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia. 

Media Pembelajaran : Blogger, PPT/LCD, buku cetak

alat evaluasi : test-essay

metode pembelajaran : Games berkelompok 

Berikut Keadaan Indonesia Masa Kependudukan Jepang. Mohon di baca ya anak-anakku semua: 

Kedatangan Jepang di Indonesia

Jepang kali pertama mendarat di Indonesia melalui Tarakan, Kalimantan Timur, pada 11 Januari 1942. Jepang yang sedang terlibat dalam Perang Pasifik, datang ke Tarakan untuk mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang, seperti minyak bumi dan alumunium. Kedatangan Jepang kemudian memukul mundur pasukan Hindia Belanda yang kala itu juga pergi ke Tarakan untuk mengeruk sumber daya alam. Setelah itu, Jepang juga menduduki wilayah-wilayah lain di Indonesia, yakni Pontianak pada 29 Januari 1942, Samarinda pada 3 Februari 1942, dan Banjarmasin pada 10 Februari 1942. Pendudukan Jepang pun lantas meluas hingga ke Jawa. Jepang berhasil menguasai Batavia dan seluruh Pulau Jawa sehingga kemudian membuat Belanda menyerah tanpa syarat pada 8 Maret 1942. Belanda menyatakan menyerah kepada Jepang dalam sebuah perundingan yang terjadi di rumah dinas seorang perwira di kawasan Landasan Udara Kalijati, Subang. Perundingan yang dikenal sebagai Perjanjian Kalijati itu menghasilkan kesepakatan dalam dokumen kapitulasi atau penyerahan tanpa syarat Hindia Belanda kepada Jepang. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Kalijati, Belanda harus hengkang dan Indonesia resmi menjadi jajahan Jepang.

Sambutan rakyat Indonesia kepada Jepang 

Pada awal kedatangannya, Jepang mendapatkan sambutan baik dari rakyat Indonesia karena dianggap telah membebaskan Nusantara dari jajahan Belanda. Jepang juga memberikan janji kemerdekaan bagi Indonesia serta berniat membantu mengusir penjajah Belanda. Jepang mengambil simpati rakyat dan seolah mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui berbagai cara. Salah satunya dengan memutar lagu Indonesia Raya melalui radio pada awal kedatangannya. Selain itu, bendera Merah Putih juga boleh dikibarkan di samping bendera Jepang. Jepang pun membentuk berbagai organisasi dan gerakan untuk menarik simpati rakyat Indonesia. Salah satunya adalah Gerakan Tiga A (3A), yakni Nippon Pelindung Asia, Nippon Pemimpin Asia, dan Nippon Cahaya Asia. Meski begitu, lambat laun rakyat Indonesia pun menyadari bahwa pendudukan Jepang tidak ubahnya sebuah penjajahan yang kejam.

Dampak pendudukan Jepang di Indonesia Selama 3,5 tahun menduduki Indonesia, Jepang membawa banyak perubahan bagi kehidupan rakyat pribumi. Jepang dikenal sebagai penjajah yang kejam karena melaksanakan kerja paksa atau romusha, menyiksa, serta membuat rakyat Indonesia kelaparan dan sengsara. Meski begitu, ada juga dampak positif dari pendudukan Jepang di Indonesia. Baca juga: Mengapa Jepang Menyebut Romusha sebagai Pahlawan Pekerja? Berikut ini dampak positif dan negatif pendudukan Jepang di Indonesia: 

- Dampak positif Diperbolehkannya pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Didirikannya kumiyai, yakni badan yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat. Sistem kumiyai kemudian berkembang menjadi koperasi yang diterapkan di Indonesia hingga kini. Menghapus sistem sekolah berdasarkan kelas sosial, kemudian menetapkan jenjang sekolah yang setara untuk semua kalangan dengan 12 tingkatan. Membentuk sistem sosial bernama tonarigumi yang kini kita kenal sebagai rukun tetangga (RT). Mengenalkan line system pada pertanian yang lebih efisien dan tinggi produksinya. Dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) untuk memenuhi janji kemerdekaan bagi Indonesia. Memberi latihan kemiliteran dan membentuk organisasi militer serta semi militer, seperti PETA (Pembela Tanah Air) yang menjadi cikal bakal TNI.

- Dampak negatif Pemerintahan Jepang yang sewenang-wenang. Pengawasan ketat terhadap media berita, organisasi, dan seluruh pergerakan politik masyarakat. Diterapkannya romusha yang menyengsarakan rakyat Indonesia. Rakyat yang mengikuti kerja paksa juga tak jarang disiksa dengan kejam hingga meninggal dunia. Perekonomian lumpuh karena Jepang menyita seluruh kekayaan Indonesia yang ditinggalkan Belanda, seperti kilang minyak, perkebunan, bank, pabrik, pertambangan, listrik, telekomunikasi, dan perusahaan transportasi. Jepang menyita harta kekayaan pribadi demi kepentingan perang hingga mengakibatkan rakyat kelaparan dan hidup dalam kemiskinan. Kekurangan sandang sehingga rakyat harus memakai karung goni sebagai pakaian. Penyakit TBC dan kudis mewabah. Banyak perempuan dipaksa menjadi jugun ianfu atau wanita penghibur bagi tentara Jepang.


'image.png' gagal diupload.

'image.png' gagal diupload.











PERLAWANAN RAKYAT INDONESIA TERHADAP VOC (XI.F.S3)

      1. Identitas :  Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. Gr Pertemuan.      : ke- 9 Kelas                 : XI.F.S3 Mata Pela...