Senin, 24 Agustus 2026

DAMPAK PENJAJAHAN BANGSA BARAT (XII.FS3)

      



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. Gr
Pertemuan.      : ke- 5
Kelas               : XI.F.S3
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.    peserta didik mampu menjelaskanperkembangan kehidupan politikawal kemerdekaantermasuklahirnya Maklumat Pemerintah

2. peserta didik mampu menjelaskankondisi dan tantangan ekonomiyang dihadapi Indonesia pada awalkemerdekaan

3. peserta didikmampu menganalisis kebijakanekonomi pemerintah dalammengatasi krisis awal kemerdekaan


A. Capaian Pembelajaran 

Peserta didik mampu mengembangkan konsep sejarah yang dapat digunakan untuk mengkaji peristiwa sejarah; mengidentifikasi kiprah orang atau kelompok masyarakat dalam menciptakan dan menggerakan sejarah; mengidentifikasi peristiwa sejarah indonesia serta mengaitkan atau menghubungkannya dengan peristiwa sejarah di dunia pada periode yang sama; mengidentifikasi dan menganalisis pola perkembangan, keberlanjutan, perubahan, dan pengulangan dalam peristiwa sejarah; serta mengembangkan konsep diakronis (kronologi) dan/atau sinkronik untuk mendeskripsikan peristiwa sejarah. 

B. Tujuan Pembelajaran :

  Peserta didik mampu:

1.     Mengembangkan konsepsejarah tentang masuk dan berkembangnya penjajahan Bangsa Eropa di Indonesia

2.      Mengidentifikasi peran tokoh-tokoh nasional dalam perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa

3.      Dapat memetakan dampak penjajahan bangsa Eropa di Indonesia

4.      Menyusun manfaat yang masih ditemui di kehidupan masa kini dari penjajahan Bangsa Eropa 

5.      Bernalar kritis menyelesaikan permasakahan mengenai bentuk penjajahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang bekerja secara mandiri dalam menemukan bukti peninggalan kolonialisme di lingkungan sekitar.  

3. Materi Pembelajaran : 

Assalamualaikum wr.wb. 

Selamat Pagi anak-anak ibu yang sholeh dan sholehah. semoga kita selalu dalam lindungan allah swt dan diberikan kemudahan untuk belajar ya nak🤲🏻🫶🏻 hari ini kita akan membahas materi tentang Kolonialisme dan Imprealisme, yaitu dengan bahasan :

- Dampak Penjajahan bangsa barat (Portugis,Spanyol,inggris dan Belanda)

silahkan baca dan rangkum terkait materi diatas, pada link PPT yang ibu cantumkan di bawah ini. minggu depan akan kita bahas bersama. 

Dampak Penjajahan bangsa barat

Tetap Semangat dan Jaga kesehatan anak-anak ibu 🫰🏻🥰

Wassalamualaikum.wr.wb.


TOKOH MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (XII.F.A1 dan 2)

      



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke- 5
Kelas               : XII. F.A1-2
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.    peserta didik mampu menjelaskanperkembangan kehidupan politikawal kemerdekaantermasuklahirnya Maklumat Pemerintah

2. peserta didik mampu menjelaskankondisi dan tantangan ekonomiyang dihadapi Indonesia pada awalkemerdekaan

3. peserta didikmampu menganalisis kebijakanekonomi pemerintah dalammengatasi krisis awal kemerdekaan


3. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
anak-anak ibu kelas XII berikut merupakan materi mengenai MEMPERTAHANAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ۝١al-hâkumut-takâtsurBerbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ ۝٢ḫattâ zurtumul-maqâbirsampai kamu masuk ke dalam kubur.


4. MATERI 

Latar Belakang

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia belum diakui dunia internasional. Belanda berusaha kembali menjajah melalui kekuatan militer (Agresi Militer I & II) maupun tekanan politik. Para tokoh bangsa mempertahankan kemerdekaan lewat dua jalur: perjuangan fisik/bersenjata dan perjuangan diplomasi.

Tokoh-Tokoh Utama

1. Jenderal Sudirman (1916–1950)
Panglima Besar TNI pertama. Memimpin perang gerilya melawan Agresi Militer Belanda II meski sakit paru-paru berat — ditandu keluar-masuk hutan Jawa selama ±7 bulan.

2. Bung Tomo / Sutomo (1920–1981)
Membakar semangat rakyat Surabaya lewat pidato radio "Merdeka atau Mati!". Memimpin Pertempuran Surabaya 10 November 1945 (kini diperingati sebagai Hari Pahlawan).

3. I Gusti Ngurah Rai (1917–1946)
Pemimpin pasukan Ciung Wanara di Bali. Menolak menyerah dan gugur bersama seluruh pasukannya dalam Puputan Margarana, 20 November 1946.

4. Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1912–1988)
Raja Yogyakarta yang menjadikan wilayahnya ibu kota RI sementara dan berperan besar mendukung Serangan Umum 1 Maret 1949.

5. Jenderal A.H. Nasution (1918–2000)
Panglima Divisi Siliwangi, pencetus strategi Perang Wilayah dan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta.

6. Sutan Sjahrir (1909–1966)
Perdana Menteri pertama RI, memimpin diplomasi lewat Perundingan Linggarjati 1947.

7. Drs. Mohammad Hatta (1902–1980)
Wakil Presiden RI, memimpin delegasi Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 yang menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.

Nilai Keteladanan

Rela berkorban • Pantang menyerah • Persatuan • Kecerdasan diplomasi • Kepemimpinan • Cinta tanah air


CATAT PPT DIBAWAH INI NAK, KLIK LINK : 

https://docs.google.com/presentation/d/1SbsL4L_CqI8c6uzLL41uIcnP0p8PgVmu/edit?

Jumat, 21 Agustus 2026

TOKOH MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (XII.F.A6)

     



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke- 5
Kelas               : XII. F.A3
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.    peserta didik mampu menjelaskanperkembangan kehidupan politikawal kemerdekaantermasuklahirnya Maklumat Pemerintah

2. peserta didik mampu menjelaskankondisi dan tantangan ekonomiyang dihadapi Indonesia pada awalkemerdekaan

3. peserta didikmampu menganalisis kebijakanekonomi pemerintah dalammengatasi krisis awal kemerdekaan


3. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
anak-anak ibu kelas XII berikut merupakan materi mengenai MEMPERTAHANAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ۝١al-hâkumut-takâtsurBerbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ ۝٢ḫattâ zurtumul-maqâbirsampai kamu masuk ke dalam kubur.


4. MATERI 

Latar Belakang

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia belum diakui dunia internasional. Belanda berusaha kembali menjajah melalui kekuatan militer (Agresi Militer I & II) maupun tekanan politik. Para tokoh bangsa mempertahankan kemerdekaan lewat dua jalur: perjuangan fisik/bersenjata dan perjuangan diplomasi.

Tokoh-Tokoh Utama

1. Jenderal Sudirman (1916–1950)
Panglima Besar TNI pertama. Memimpin perang gerilya melawan Agresi Militer Belanda II meski sakit paru-paru berat — ditandu keluar-masuk hutan Jawa selama ±7 bulan.

2. Bung Tomo / Sutomo (1920–1981)
Membakar semangat rakyat Surabaya lewat pidato radio "Merdeka atau Mati!". Memimpin Pertempuran Surabaya 10 November 1945 (kini diperingati sebagai Hari Pahlawan).

3. I Gusti Ngurah Rai (1917–1946)
Pemimpin pasukan Ciung Wanara di Bali. Menolak menyerah dan gugur bersama seluruh pasukannya dalam Puputan Margarana, 20 November 1946.

4. Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1912–1988)
Raja Yogyakarta yang menjadikan wilayahnya ibu kota RI sementara dan berperan besar mendukung Serangan Umum 1 Maret 1949.

5. Jenderal A.H. Nasution (1918–2000)
Panglima Divisi Siliwangi, pencetus strategi Perang Wilayah dan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta.

6. Sutan Sjahrir (1909–1966)
Perdana Menteri pertama RI, memimpin diplomasi lewat Perundingan Linggarjati 1947.

7. Drs. Mohammad Hatta (1902–1980)
Wakil Presiden RI, memimpin delegasi Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 yang menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.

Nilai Keteladanan

Rela berkorban • Pantang menyerah • Persatuan • Kecerdasan diplomasi • Kepemimpinan • Cinta tanah air


CATAT PPT DIBAWAH INI NAK, KLIK LINK : 

https://docs.google.com/presentation/d/1SbsL4L_CqI8c6uzLL41uIcnP0p8PgVmu/edit?usp=drivesdk&ouid=117484042935360719976&rtpof=true&sd=true

SILAHKAN KOMEN DENGAN MENYEBUTKAN 

-Nama lengkap 

-Kelas 

- jam absen 


4 Refleksi


Kamis, 20 Agustus 2026

TOKOH MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (XII.F.A3)

    



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke- 5
Kelas               : XII. F.A3
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.    peserta didik mampu menjelaskanperkembangan kehidupan politikawal kemerdekaantermasuklahirnya Maklumat Pemerintah

2. peserta didik mampu menjelaskankondisi dan tantangan ekonomiyang dihadapi Indonesia pada awalkemerdekaan

3. peserta didikmampu menganalisis kebijakanekonomi pemerintah dalammengatasi krisis awal kemerdekaan


3. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
anak-anak ibu kelas XII berikut merupakan materi mengenai MEMPERTAHANAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ۝١al-hâkumut-takâtsurBerbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ ۝٢ḫattâ zurtumul-maqâbirsampai kamu masuk ke dalam kubur.


MATERI 

Latar Belakang

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia belum diakui dunia internasional. Belanda berusaha kembali menjajah melalui kekuatan militer (Agresi Militer I & II) maupun tekanan politik. Para tokoh bangsa mempertahankan kemerdekaan lewat dua jalur: perjuangan fisik/bersenjata dan perjuangan diplomasi.

Tokoh-Tokoh Utama

1. Jenderal Sudirman (1916–1950)
Panglima Besar TNI pertama. Memimpin perang gerilya melawan Agresi Militer Belanda II meski sakit paru-paru berat — ditandu keluar-masuk hutan Jawa selama ±7 bulan.

2. Bung Tomo / Sutomo (1920–1981)
Membakar semangat rakyat Surabaya lewat pidato radio "Merdeka atau Mati!". Memimpin Pertempuran Surabaya 10 November 1945 (kini diperingati sebagai Hari Pahlawan).

3. I Gusti Ngurah Rai (1917–1946)
Pemimpin pasukan Ciung Wanara di Bali. Menolak menyerah dan gugur bersama seluruh pasukannya dalam Puputan Margarana, 20 November 1946.

4. Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1912–1988)
Raja Yogyakarta yang menjadikan wilayahnya ibu kota RI sementara dan berperan besar mendukung Serangan Umum 1 Maret 1949.

5. Jenderal A.H. Nasution (1918–2000)
Panglima Divisi Siliwangi, pencetus strategi Perang Wilayah dan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta.

6. Sutan Sjahrir (1909–1966)
Perdana Menteri pertama RI, memimpin diplomasi lewat Perundingan Linggarjati 1947.

7. Drs. Mohammad Hatta (1902–1980)
Wakil Presiden RI, memimpin delegasi Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 yang menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.

Nilai Keteladanan

Rela berkorban • Pantang menyerah • Persatuan • Kecerdasan diplomasi • Kepemimpinan • Cinta tanah air


CATAT PPT DIBAWAH INI NAK, KLIK LINK : 

https://docs.google.com/presentation/d/1SbsL4L_CqI8c6uzLL41uIcnP0p8PgVmu/edit?usp=drivesdk&ouid=117484042935360719976&rtpof=true&sd=true

SILAHKAN KOMEN DENGAN MENYEBUTKAN 

-Nama lengkap 

-Kelas 

- jam absen 


Selasa, 11 Agustus 2026

MATERI LANJUT…MEMPERTAHANKAN KEMERERDEKAAN INDONESIA

   



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke- 3
Kelas               : XII. F.A 4-5, XII.F.C1, XII.F.S2
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.    peserta didik mampu menjelaskanperkembangan kehidupan politikawal kemerdekaantermasuklahirnya Maklumat Pemerintah

2. peserta didik mampu menjelaskankondisi dan tantangan ekonomiyang dihadapi Indonesia pada awalkemerdekaan

3. peserta didikmampu menganalisis kebijakanekonomi pemerintah dalammengatasi krisis awal kemerdekaan


3. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
anak-anak ibu kelas XII berikut merupakan materi mengenai MEMPERTAHANAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ۝١al-hâkumut-takâtsurBerbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ ۝٢ḫattâ zurtumul-maqâbirsampai kamu masuk ke dalam kubur.

Latar Belakang Perlunya Pengakuan Kemerdekaan Indonesia

1. Proklamasi Belum Berarti Pengakuan

Proklamasi 17 Agustus 1945 menyatakan kemerdekaan secara sepihak (de facto), tetapi belum otomatis diakui oleh dunia internasional (de jure). Sebuah negara baru butuh pengakuan negara lain agar bisa menjalin hubungan diplomatik, ekonomi, dan keanggotaan organisasi internasional.

2. Belanda Tidak Mengakui Kemerdekaan RI

  • Belanda menganggap Indonesia masih bagian dari wilayah jajahannya (Hindia Belanda).
  • Belanda berusaha kembali menguasai Indonesia melalui Agresi Militer Belanda I (1947) dan Agresi Militer Belanda II (1948).
  • Belanda membentuk negara-negara boneka (negara federal) untuk memecah kekuatan RI, seperti melalui politik divide et impera.

3. Tekanan dan Isolasi Diplomatik

  • Tanpa pengakuan internasional, Indonesia sulit mendapat bantuan luar negeri, pinjaman, atau dukungan militer/politik.
  • Belanda berusaha membangun opini dunia bahwa RI adalah "pemberontak" atau kelompok tidak sah, bukan negara berdaulat.

4. Perlunya Legitimasi untuk Konsolidasi Nasional

  • Pengakuan kedaulatan diperlukan agar pemerintah RI bisa menjalankan roda pemerintahan secara sah tanpa ancaman intervensi asing.
  • Menjadi dasar hukum untuk menyusun sistem pemerintahan, ekonomi, dan pertahanan negara secara mandiri.

5. Upaya Diplomasi Menuju Pengakuan

Rangkaian perundingan dilakukan untuk mendapatkan pengakuan tersebut:

  • Perjanjian Linggarjati (1946) — pengakuan de facto atas Jawa, Madura, Sumatra.
  • Perjanjian Renville (1948) — wilayah RI semakin dipersempit, tetap tidak ada pengakuan penuh.
  • Perjanjian Roem-Royen (1949) — kesepakatan menuju KMB.
  • Konferensi Meja Bundar/KMB (1949) di Den Haag — menghasilkan kesepakatan pengakuan kedaulatan.
silahkan akses PPT dibawah ini ya nak

silahkan dicatat dan dipahami ya nak 

4. Assesment peserta didik 

Setelah Agresi Militer Belanda I dan II, Indonesia memilih membawa persoalan ini ke PBB, bukan hanya mengandalkan kekuatan militer semata.
Analisislah, apa keuntungan dan risiko dari strategi ini bagi Indonesia yang saat itu masih tergolong negara baru dan lemah secara militer dibandingkan Belanda? Menurutmu, apakah strategi diplomasi ini lebih efektif dibanding jika Indonesia hanya mengandalkan perang gerilya? Berikan alasanmu

DAMPAK PENJAJAHAN BANGSA BARAT (XII.FS3)

       1. Identitas :  Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. Gr Pertemuan.      : ke- 5 Kelas                 : XI.F.S3 Mata Pel...