Rabu, 29 Juli 2026

KOLONIALISME DAN IMPREALISME BANGSA BARAT KE INDONESIA (XI.F.S2)

    



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke-2
Kelas               : XI.F.S2
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Kolonialisme dan Imprealisme Bangsa Eropa


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.     Mengembangkan konsepsejarah tentang masuk dan berkembangnya penjajahan Bangsa Eropa di Indonesia

2.      Mengidentifikasi peran tokoh-tokoh nasional dalam perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa

3.      Dapat memetakan dampak penjajahan bangsa Eropa di Indonesia

4.      Menyusun manfaat yang masih ditemui di kehidupan masa kini dari penjajahan Bangsa Eropa

5.      Bernalar kritis menyelesaikan permasakahan mengenai bentuk penjajahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang bekerja secara mandiri dalam menemukan bukti peninggalan kolonialisme di lingkungan sekitar


3. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
XI. F. S3berikut merupakan materi mengenai Kolonialisme dan Imprealisme Bangsa Eropa di Indonesia yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

-Latar Belakang Bangsa Eropa datang ke Indonesia 

Indonesia dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah. Rempah-rempah dicari bangsa Eropa karena manfaatnya sebagai penghangat dan bisa dijadikan pengawet makanan.

Selain karena harganya yang mahal, memiliki rempah-rempah juga menjadi simbol kejayaan seorang raja pada saat itu. Dari faktor-faktor tersebut, banyak bangsa Eropa yang berusaha untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah, salah satunya Indonesia.

beberapa faktor pendorong bangsa eropa datang : 

  • Kebutuhan Rempah-rempah: Di Eropa, rempah dipakai untuk bumbu dan obat. Harga naik tajam setelah Konstantinopel dikuasai Turki Utsmani pada 1453.
  • Motivasi 3G: Mencari kekayaan (Gold), kejayaan (Glory), dan menyebarkan agama (Gospel).
  • Kemajuan Teknologi: Penemuan kompas dan kapal laut yang lebih baik. 
Perkembangan Kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia

  • Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso d'Albuquerque, mereka berhasil menguasai Malaka lalu masuk ke Maluku untuk berdagang rempah. 
  • Spanyol (1521): Tiba di Maluku (Tidore), namun bersaing dengan Portugis yang selesai lewat Perjanjian Zaragoza.
  • Belanda (1602): Datang ke Banten dipimpin Cornelis de Houtman, lalu mendirikan kongsi dagang VOCuntuk memonopoli rempah. Setelah VOC bangkrut pada 1799, pemerintah Belanda mengambil alih penjajahan secara langsung. 
  • Inggris (1811–1816): Berkuasa sementara di bawah pimpinan Thomas Stamford Raffles di Pulau Jawa sebelum dikembalikan lagi kepada Belanda

Silahkan lihat dan baca materi lanjutan pada PPT dibawah ini ya nak… 


4. Assesment : Individu

Ada tiga motif utama yang biasa disebut mendorong bangsa Eropa melakukan penjelajahan dan penjajahan, yaitu Gold, Glory, Gospel (kekayaan, kejayaan, dan penyebaran agama).

a) Jelaskan secara singkat apa maksud dari masing-masing motif tersebut.
b) Dari ketiga motif ini, menurutmu motif mana yang paling mungkin menjadi alasan utama (bukan sekadar alasan tambahan)? Jelaskan alasanmu, dan sebutkan juga kemungkinan motif lain yang tidak termasuk dalam ketiganya itu.

MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (XII.F.S1)

 



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke- 2
Kelas               : XII.F.S1
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Kolonialisme dan Imprealisme Bangsa Eropa


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.    peserta didik mampu menjelaskanperkembangan kehidupan politikawal kemerdekaantermasuklahirnya Maklumat Pemerintah

2. peserta didik mampu menjelaskankondisi dan tantangan ekonomiyang dihadapi Indonesia pada awalkemerdekaan

3. peserta didikmampu menganalisis kebijakanekonomi pemerintah dalammengatasi krisis awal kemerdekaan


3. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
anak-anak ibu kelas XII berikut merupakan materi mengenai MEMPERTAHANAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

Latar Belakang Perlunya Pengakuan Kemerdekaan Indonesia

1. Proklamasi Belum Berarti Pengakuan

Proklamasi 17 Agustus 1945 menyatakan kemerdekaan secara sepihak (de facto), tetapi belum otomatis diakui oleh dunia internasional (de jure). Sebuah negara baru butuh pengakuan negara lain agar bisa menjalin hubungan diplomatik, ekonomi, dan keanggotaan organisasi internasional.

2. Belanda Tidak Mengakui Kemerdekaan RI

  • Belanda menganggap Indonesia masih bagian dari wilayah jajahannya (Hindia Belanda).
  • Belanda berusaha kembali menguasai Indonesia melalui Agresi Militer Belanda I (1947) dan Agresi Militer Belanda II (1948).
  • Belanda membentuk negara-negara boneka (negara federal) untuk memecah kekuatan RI, seperti melalui politik divide et impera.

3. Tekanan dan Isolasi Diplomatik

  • Tanpa pengakuan internasional, Indonesia sulit mendapat bantuan luar negeri, pinjaman, atau dukungan militer/politik.
  • Belanda berusaha membangun opini dunia bahwa RI adalah "pemberontak" atau kelompok tidak sah, bukan negara berdaulat.

4. Perlunya Legitimasi untuk Konsolidasi Nasional

  • Pengakuan kedaulatan diperlukan agar pemerintah RI bisa menjalankan roda pemerintahan secara sah tanpa ancaman intervensi asing.
  • Menjadi dasar hukum untuk menyusun sistem pemerintahan, ekonomi, dan pertahanan negara secara mandiri.

5. Upaya Diplomasi Menuju Pengakuan

Rangkaian perundingan dilakukan untuk mendapatkan pengakuan tersebut:

  • Perjanjian Linggarjati (1946) — pengakuan de facto atas Jawa, Madura, Sumatra.
  • Perjanjian Renville (1948) — wilayah RI semakin dipersempit, tetap tidak ada pengakuan penuh.
  • Perjanjian Roem-Royen (1949) — kesepakatan menuju KMB.
  • Konferensi Meja Bundar/KMB (1949) di Den Haag — menghasilkan kesepakatan pengakuan kedaulatan.
silahkan akses PPT dibawah ini ya nak

silahkan dicatat dan dipahami ya nak 

4. Assesment peserta didik 

Setelah Agresi Militer Belanda I dan II, Indonesia memilih membawa persoalan ini ke PBB, bukan hanya mengandalkan kekuatan militer semata.
Analisislah, apa keuntungan dan risiko dari strategi ini bagi Indonesia yang saat itu masih tergolong negara baru dan lemah secara militer dibandingkan Belanda? Menurutmu, apakah strategi diplomasi ini lebih efektif dibanding jika Indonesia hanya mengandalkan perang gerilya? Berikan alasanmu

KONSEP DASAR SEJARAH (X.E.1)

    



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke-2
Kelas               : X.E.1
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Konsep Dasar Sejarah


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.     Mengembangkan konsepsejarah tentang masuk dan berkembangnya penjajahan Bangsa Eropa di Indonesia

2.      Mengidentifikasi peran tokoh-tokoh nasional dalam perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa

3.      Dapat memetakan dampak penjajahan bangsa Eropa di Indonesia

4.      Menyusun manfaat yang masih ditemui di kehidupan masa kini dari penjajahan Bangsa Eropa

5.      Bernalar kritis menyelesaikan permasakahan mengenai bentuk penjajahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang bekerja secara mandiri dalam menemukan bukti peninggalan kolonialisme di lingkungan sekitar


3. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
X.E.1 berikut merupakan materi mengenai Konsep Dasar Sejarah yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

-Sejarah

Kata "sejarah" berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun, yang berarti "pohon". Pemilihan kata ini bukan tanpa alasan, sebab pohon menggambarkan proses pertumbuhan yang berkesinambungan: memiliki akar sebagai asal-usul, batang sebagai proses, cabang sebagai rangkaian peristiwa, dan ranting yang terus bertambah sebagai kelanjutan cerita. Analogi ini mencerminkan hakikat sejarah sebagai sesuatu yang terus tumbuh dan berkembang dari masa lalu menuju masa kini.

Selain dari bahasa Arab, istilah sejarah juga dikenal dalam berbagai bahasa lain, di antaranya:

  • History (Inggris), berasal dari kata historia dalam bahasa Yunani yang berarti penyelidikan atau pencarian kebenaran.
  • Geschichte (Jerman), yang berarti sesuatu yang telah terjadi atau sudah lampau.
-Sejarah Menurut Para ahli

Beberapa ahli mendefinisikan sejarah dengan sudut pandang yang berbeda-beda, di antaranya:

  • Ibnu Khaldun mengartikan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, beserta segala perubahan yang terjadi pada watak masyarakat tersebut.
  • Moh. Yamin menyatakan bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun berdasarkan hasil penyelidikan atas peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan atau fakta.
  • R. Moh. Ali memandang sejarah sebagai keseluruhan perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita, sekaligus sebagai ilmu yang menyelidikinya.
  • Sartono Kartodirdjo membedakan sejarah menjadi dua makna, yaitu sejarah objektif (peristiwa itu sendiri yang telah terjadi dan tidak dapat terulang) dan sejarah subjektif (bentuk kisah dari peristiwa yang disusun oleh penulisnya).
  • Kuntowijoyo mendefinisikan sejarah sebagai rekonstruksi masa lalu yang bersifat empiris, yang mengkaji apa, siapa, kapan, di mana, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi berdasarkan bukti-bukti yang ada.
Silahkan akses PPT yang ibu lampirkan dibawah ya nak, untuk materi lanjutan yang akan kita pelajari hari ini…



4. Assesment : Individu

Banyak orang menganggap sejarah hanya pelajaran menghafal tahun dan nama tokoh. Menurut pendapatmu, mengapa memahami alasan terjadinya suatu peristiwa di masa lalu jauh lebih penting daripada sekadar menghafal tanggalnya? Berikan satu contoh sederhana dari kehidupanmu sehari-hari!

Selasa, 28 Juli 2026

MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (XII.F.A4, XII.FS2, XII.F.C1, XII. F.A5)



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke- 10
Kelas               : XII. F.A 4,5, XII.F.C1, XII.F.S2
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Kolonialisme dan Imprealisme Bangsa Eropa


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.    peserta didik mampu menjelaskanperkembangan kehidupan politikawal kemerdekaantermasuklahirnya Maklumat Pemerintah

2. peserta didik mampu menjelaskankondisi dan tantangan ekonomiyang dihadapi Indonesia pada awalkemerdekaan

3. peserta didikmampu menganalisis kebijakanekonomi pemerintah dalammengatasi krisis awal kemerdekaan


3. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
anak-anak ibu kelas XII berikut merupakan materi mengenai MEMPERTAHANAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

Latar Belakang Perlunya Pengakuan Kemerdekaan Indonesia

1. Proklamasi Belum Berarti Pengakuan

Proklamasi 17 Agustus 1945 menyatakan kemerdekaan secara sepihak (de facto), tetapi belum otomatis diakui oleh dunia internasional (de jure). Sebuah negara baru butuh pengakuan negara lain agar bisa menjalin hubungan diplomatik, ekonomi, dan keanggotaan organisasi internasional.

2. Belanda Tidak Mengakui Kemerdekaan RI

  • Belanda menganggap Indonesia masih bagian dari wilayah jajahannya (Hindia Belanda).
  • Belanda berusaha kembali menguasai Indonesia melalui Agresi Militer Belanda I (1947) dan Agresi Militer Belanda II (1948).
  • Belanda membentuk negara-negara boneka (negara federal) untuk memecah kekuatan RI, seperti melalui politik divide et impera.

3. Tekanan dan Isolasi Diplomatik

  • Tanpa pengakuan internasional, Indonesia sulit mendapat bantuan luar negeri, pinjaman, atau dukungan militer/politik.
  • Belanda berusaha membangun opini dunia bahwa RI adalah "pemberontak" atau kelompok tidak sah, bukan negara berdaulat.

4. Perlunya Legitimasi untuk Konsolidasi Nasional

  • Pengakuan kedaulatan diperlukan agar pemerintah RI bisa menjalankan roda pemerintahan secara sah tanpa ancaman intervensi asing.
  • Menjadi dasar hukum untuk menyusun sistem pemerintahan, ekonomi, dan pertahanan negara secara mandiri.

5. Upaya Diplomasi Menuju Pengakuan

Rangkaian perundingan dilakukan untuk mendapatkan pengakuan tersebut:

  • Perjanjian Linggarjati (1946) — pengakuan de facto atas Jawa, Madura, Sumatra.
  • Perjanjian Renville (1948) — wilayah RI semakin dipersempit, tetap tidak ada pengakuan penuh.
  • Perjanjian Roem-Royen (1949) — kesepakatan menuju KMB.
  • Konferensi Meja Bundar/KMB (1949) di Den Haag — menghasilkan kesepakatan pengakuan kedaulatan.
silahkan akses PPT dibawah ini ya nak

silahkan dicatat dan dipahami ya nak 

4. Assesment peserta didik 

Setelah Agresi Militer Belanda I dan II, Indonesia memilih membawa persoalan ini ke PBB, bukan hanya mengandalkan kekuatan militer semata.
Analisislah, apa keuntungan dan risiko dari strategi ini bagi Indonesia yang saat itu masih tergolong negara baru dan lemah secara militer dibandingkan Belanda? Menurutmu, apakah strategi diplomasi ini lebih efektif dibanding jika Indonesia hanya mengandalkan perang gerilya? Berikan alasanmu


Senin, 27 Juli 2026

KOLONIALISME DAN IMPREALISME BANGSA EROPA (XI.F.S3)

  



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke- 10
Kelas               : X.8
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Kolonialisme dan Imprealisme Bangsa Eropa


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.     Mengembangkan konsepsejarah tentang masuk dan berkembangnya penjajahan Bangsa Eropa di Indonesia

2.      Mengidentifikasi peran tokoh-tokoh nasional dalam perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa

3.      Dapat memetakan dampak penjajahan bangsa Eropa di Indonesia

4.      Menyusun manfaat yang masih ditemui di kehidupan masa kini dari penjajahan Bangsa Eropa

5.      Bernalar kritis menyelesaikan permasakahan mengenai bentuk penjajahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang bekerja secara mandiri dalam menemukan bukti peninggalan kolonialisme di lingkungan sekitar


3. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
XI. F. S3berikut merupakan materi mengenai Kolonialisme dan Imprealisme Bangsa Eropa di Indonesia yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

-Latar Belakang Bangsa Eropa datang ke Indonesia 

Indonesia dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah. Rempah-rempah dicari bangsa Eropa karena manfaatnya sebagai penghangat dan bisa dijadikan pengawet makanan.

Selain karena harganya yang mahal, memiliki rempah-rempah juga menjadi simbol kejayaan seorang raja pada saat itu. Dari faktor-faktor tersebut, banyak bangsa Eropa yang berusaha untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah, salah satunya Indonesia.

beberapa faktor pendorong bangsa eropa datang : 

  • Kebutuhan Rempah-rempah: Di Eropa, rempah dipakai untuk bumbu dan obat. Harga naik tajam setelah Konstantinopel dikuasai Turki Utsmani pada 1453.
  • Motivasi 3G: Mencari kekayaan (Gold), kejayaan (Glory), dan menyebarkan agama (Gospel).
  • Kemajuan Teknologi: Penemuan kompas dan kapal laut yang lebih baik. 
Perkembangan Kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia

  • Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso d'Albuquerque, mereka berhasil menguasai Malaka lalu masuk ke Maluku untuk berdagang rempah. 
  • Spanyol (1521): Tiba di Maluku (Tidore), namun bersaing dengan Portugis yang selesai lewat Perjanjian Zaragoza.
  • Belanda (1602): Datang ke Banten dipimpin Cornelis de Houtman, lalu mendirikan kongsi dagang VOCuntuk memonopoli rempah. Setelah VOC bangkrut pada 1799, pemerintah Belanda mengambil alih penjajahan secara langsung. 
  • Inggris (1811–1816): Berkuasa sementara di bawah pimpinan Thomas Stamford Raffles di Pulau Jawa sebelum dikembalikan lagi kepada Belanda

Silahkan lihat dan baca materi lanjutan pada PPT dibawah ini ya nak… 


4. Assesment : Individu

Ada tiga motif utama yang biasa disebut mendorong bangsa Eropa melakukan penjelajahan dan penjajahan, yaitu Gold, Glory, Gospel (kekayaan, kejayaan, dan penyebaran agama).

a) Jelaskan secara singkat apa maksud dari masing-masing motif tersebut.
b) Dari ketiga motif ini, menurutmu motif mana yang paling mungkin menjadi alasan utama (bukan sekadar alasan tambahan)? Jelaskan alasanmu, dan sebutkan juga kemungkinan motif lain yang tidak termasuk dalam ketiganya itu.



KOLONIALISME DAN IMPREALISME BANGSA BARAT KE INDONESIA (XI.F.S2)

     1. Identitas :  Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd.  Pertemuan.      : ke-2 Kelas                 : XI.F.S2 Mata Pelajara...