
1. Identitas :
Nama : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. Gr
Pertemuan. : ke- 6
Kelas : XI.F.S3
Mata Pelajaran : Sejarah
Materi : VOC di Indonesia
A. Capaian Pembelajaran
peserta didik mampu menganalisis proses kedatangan, keterkaitan, serta dampak penjajahan bangsa-bangsa Eropa (Portogis, Spanyol, Belanda, dan Inggris) di Indonesia. Peserta didik mampu mengaitkan kondisi politik, ekonomi, dan sosial-budaya pada masa kolonial dengan kondisi bangsa Indonesia masa kini, serta merefleksikan nilai-nilai perjuangan dan perlawanan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan.
B. Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu:
1. Menganalisis Latar Belakang Kedatangan Menganalisis faktor pendorong (3G: Gold, Glory, Gospel, jatuhnya Konstantinopel, serta perkembangan iptek/pelayaran) kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Nusantara
2. Merekonstruksi Jalur dan Perebutan Dominasi: Menjelaskan proses kedatangan serta persaingan antar-bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda) di wilayah Nusantara
3. Menganalisis Praktik Kolonialisme: Menganalisis kebijakan-kebijakan penting masa kolonial, seperti monopoli perdagangan (VOC), Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel), Sistem Sewa Tanah (Landrent), dan Politik Etis
4. Mengevaluasi Perlawanan Bangsa: Menganalisis bentuk-bentuk perlawanan rakyat Indonesia dan para tokoh daerah terhadap hegemoni bangsa Eropa sebelum abad ke-20
5. Bernalar kritis menyelesaikan permasakahan mengenai bentuk penjajahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang bekerja secara mandiri dalam menemukan bukti peninggalan kolonialisme di lingkungan sekitar.
3. Materi Pembelajaran :
Latar Belakang Kedatangan
Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dipicu oleh beberapa faktor utama:
Jatuhnya Konstantinopel (1453): Kota perdagangan utama ini jatuh ke tangan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman), menyebabkan jalur perdagangan rempah-rempah ke Eropa terputus.
Semangat 3G:
Gold (Mencari kekayaan/rempah-rempah).
Glory (Mencari kejayaan dan perluasan wilayah).
Gospel (Menyebarkan agama Kristen).
Perkembangan Teknologi: Ditemukannya kompas, peta, dan kapal tangguh untuk pelayaran samudra.
2. Jalur Kedatangan Bangsa Eropa
Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque, berhasil menaklukkan Malaka dan lanjut menuju Maluku.
Spanyol (1521): Tiba di Tidore, Maluku dipimpin oleh Sebastian del Cano, hingga memicu konflik persaingan dengan Portugis (diakhiri Perjanjian Saragosa).
Belanda (1596): Pertama kali mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).
Inggris (1811–1816): Sempat menguasai Nusantara di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.
3. Kebijakan Penting Masa Kolonial
Monopoli Perdagangan VOC: Menguasai perdagangan rempah-rempah lewat pelayaran Hongi dan hak oktroi(hak istimewa cetak uang, tentara, dll.).
Sistem Tanam Paksa / Cultuurstelsel (1830): Diberlakukan oleh Van den Bosch, mewajibkan rakyat menanam komoditas ekspor (kopi, tebu, nila) yang menyebabkan kemiskinan dan kelaparan hebat.
Sistem Sewa Tanah / Landrent: Diterapkan oleh Raffles (Inggris) dengan menganggap semua tanah milik pemerintah.
Politik Etis (1901): Kebijakan "balas budi" Belanda yang mencakup 3 program: Edukasi (pendidikan), Irigasi(pengairan), dan Emigrasi (transmigrasi).
Assalamualaikum wr.wb.
Selamat Pagi anak-anak ibu yang sholeh dan sholehah. semoga kita selalu dalam lindungan allah swt dan diberikan kemudahan untuk belajar ya nak🤲🏻🫶🏻 hari ini kita akan membahas materi tentang Penjajahan bangsa Belanda dan Peraturan VOc, yaitu dengan bahasan :
Surah Al-A'raf (7) : 56
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."
MATERI : Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dipicu oleh beberapa faktor utama:
Jatuhnya Konstantinopel (1453): Kota perdagangan utama ini jatuh ke tangan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman), menyebabkan jalur perdagangan rempah-rempah ke Eropa terputus.
Semangat 3G:
Gold (Mencari kekayaan/rempah-rempah).
Glory (Mencari kejayaan dan perluasan wilayah).
Gospel (Menyebarkan agama Kristen).
Perkembangan Teknologi: Ditemukannya kompas, peta, dan kapal tangguh untuk pelayaran samudra.
2. Jalur Kedatangan Bangsa Eropa
Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque, berhasil menaklukkan Malaka dan lanjut menuju Maluku.
Spanyol (1521): Tiba di Tidore, Maluku dipimpin oleh Sebastian del Cano, hingga memicu konflik persaingan dengan Portugis (diakhiri Perjanjian Saragosa).
Belanda (1596): Pertama kali mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).
Inggris (1811–1816): Sempat menguasai Nusantara di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.
3. Kebijakan Penting Masa Kolonial
Monopoli Perdagangan VOC: Menguasai perdagangan rempah-rempah lewat pelayaran Hongi dan hak oktroi(hak istimewa cetak uang, tentara, dll.).
Sistem Tanam Paksa / Cultuurstelsel (1830): Diberlakukan oleh Van den Bosch, mewajibkan rakyat menanam komoditas ekspor (kopi, tebu, nila) yang menyebabkan kemiskinan dan kelaparan hebat.
Sistem Sewa Tanah / Landrent: Diterapkan oleh Raffles (Inggris) dengan menganggap semua tanah milik pemerintah.
Politik Etis (1901): Kebijakan "balas budi" Belanda yang mencakup 3 program: Edukasi (pendidikan), Irigasi(pengairan), dan Emigrasi (transmigrasi).
4. Perlawanan Bangsa Indonesia
Sebelum abad ke-20, perlawanan rakyat masih bersifat kedaerahan, bergantung pada pemimpin karismatik, dan mudah diadu domba (Devide et Impera).
Perlawanan Tokoh Daerah: Pattimura (Maluku), Pangeran Diponegoro (Jawa), Tuanku Imam Bonjol (Sumatra Barat), Sultan Hasanuddin (Makassar), dan Sisingamangaraja XII (Tapanuli).
5. Dampak Penjajahan
Politik: Runtuhnya kekuasaan kerajaan lokal dan munculnya sistem birokrasi Barat.
Ekonomi: Terbentuknya sistem ekonomi uang, tetapi rakyat mengalami kemiskinan akibat eksploitasi.
Sosial-Budaya: Diskriminasi rasial/kelas sosial, masuknya kosakata serapan baru, dan berkembangnya agama Kristen/Katolik.
Pendidikan: Munculnya golongan terpelajar (dampak Politik Etis) yang nantinya memelopori Gerakan Nasionalisme Indonesia.
berikut PPT materi yang harus kalian baca
PPT PENJAJAH BELANDA
Assesment : (LANGSUNG DI JAWAB DALAM KOMENTAR)
1. Setelah VOC bangkrut dan dibubarkan pada 1799, penjajahan tidak berhenti — pemerintah Belanda justru melanjutkannya lewat sistem baru seperti Tanam Paksa (Cultuurstelsel).
Bandingkan cara VOC mengeksploitasi rakyat (monopoli dagang, kerja paksa) dengan cara pemerintah Hindia Belanda mengeksploitasi rakyat lewat Tanam Paksa. Apa persamaan dan perbedaan pola penjajahannya? Menurutmu, apa yang bisa dipelajari bangsa Indonesia dari pergantian pola eksploitasi ini agar peristiwa serupa (penguasaan sumber daya oleh pihak luar demi keuntungan sepihak) tidak terulang di masa sekarang?
Tetap Semangat dan Jaga kesehatan anak-anak ibu 🫰🏻🥰
Wassalamualaikum.wr.wb