Kamis, 17 September 2026

KONTAK AWAL BELANDA DAN INDONESIA SETELAH PROKLAMASI (XII.F.A.3)



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke- 8
Kelas               : XII. F.A 3
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


2. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu menganalisis peristiwa dan proses interaksi antara Indonesia dan Belanda pada masa awal mempertahankan kemerdekaan, termasuk peran pihak internasional sebagai penengah, dinamika perundingan diplomatik, serta gejolak sosial-politik di berbagai daerah, dan mengevaluasi dampaknya terhadap upaya mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3. Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Peserta didik mampu menjelaskan latar belakang dan peran Inggris sebagai pihak penengah dalam perundingan awal antara Indonesia dan Belanda pada 10 Februari 1946.
  2. Peserta didik mampu menganalisis proses, tokoh yang terlibat, dan hasil Perundingan Linggarjati serta dampaknya terhadap kedaulatan Indonesia.
  3. Peserta didik mampu menjelaskan makna pengakuan kedaulatan secara de facto oleh Belanda serta implikasinya terhadap keberlangsungan konflik Indonesia–Belanda.
  4. Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menguraikan berbagai gejolak/pemberontakan di daerah pasca kemerdekaan (Peristiwa Madiun, DI/TII, APRA, RMS, dan Pemberontakan Andi Aziz) beserta latar belakang dan penyelesaiannya.
  5. Peserta didik mampu menjelaskan alasan Belanda menunda pengakuan atas Papua Barat serta proses pembebasannya melalui Trikora hingga pelaksanaan Pepera.
  6. Peserta didik mampu merefleksikan nilai-nilai perjuangan diplomasi dan militer bangsa Indonesia dalam mempertahankan keutuhan wilayah NKRI
4.  Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
anak-anak ibu kelas XII berikut merupakan materi mengenai KONTAK AWAL BELANDA DAN INDONESIA SETELAH KEMERDEKAAN yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

QS. Al-Hajj (22): 39

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dizalimi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka."


Materi : 

Belanda ingin kembali menguasai Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945:

1. Kepentingan Ekonomi
Indonesia (Hindia Belanda) adalah sumber kekayaan ekonomi yang sangat besar bagi Belanda selama ratusan tahun — mulai dari rempah-rempah, hasil perkebunan (karet, kopi, teh, gula), tambang (minyak bumi, timah), hingga pasar bagi produk industri Belanda. Kehilangan Indonesia berarti kehilangan sumber pendapatan dan kekayaan yang sangat vital bagi perekonomian Belanda, apalagi negeri Belanda sendiri baru saja hancur akibat pendudukan Nazi Jerman selama Perang Dunia II dan sangat membutuhkan biaya untuk membangun kembali negaranya.

2. Prestise dan Kebanggaan Nasional
Indonesia dijuluki sebagai "mutiara di mahkota" (parel aan de kroon) kerajaan Belanda — simbol kejayaan dan status Belanda sebagai kekuatan kolonial dunia. Kehilangan koloni terbesarnya akan sangat menurunkan martabat dan pengaruh Belanda di mata dunia internasional, terutama sebagai negara kecil di Eropa yang selama ini kekuatannya justru bertumpu pada kekuasaan kolonialnya.

3. Menganggap Kemerdekaan Indonesia Tidak Sah
Belanda menganggap Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai hasil "bikinan Jepang" dan tidak sah, karena dianggap muncul di tengah kekosongan kekuasaan (vacuum of power) setelah Jepang menyerah, sebelum Belanda sempat kembali mengambil alih. Belanda menganggap kedaulatan atas Hindia Belanda secara hukum internasional tetap berada di tangan mereka, sehingga merasa berhak untuk kembali "menertibkan" wilayah tersebut.

4. Tekanan Politik Dalam Negeri Belanda
Banyak kalangan di Belanda, termasuk partai-partai konservatif dan kelompok pengusaha yang punya kepentingan bisnis di Hindia Belanda, mendesak pemerintah untuk mempertahankan koloni ini dengan segala cara, termasuk lewat kekuatan militer.

5. Faktor Strategis-Geopolitik
Wilayah Indonesia yang luas dan strategis secara geografis (jalur perdagangan, akses ke Pasifik) dianggap penting untuk mempertahankan pengaruh Belanda di kawasan Asia, terlebih di tengah situasi pasca-Perang Dunia II yang penuh ketidakpastian.

Untuk material lebih lanjut silahkan akses link PPT yang ibu tampilkan : 

KONTAK AWAL BELANDA INDONESIA PASCA KEMERDEKAAN  

👉🏻 Assesment : 
1. Pengertian De Facto dan De Jure. 
2. Catat 17 pasal yang ada dalam perjanjian Linggarjati. 

Selasa, 08 September 2026

(XII.F.4,5,F.C.1,F.S2) PENGUMPUL TUGAS POSTER

         



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke- 6
Kelas               : XII. F.A 4 dan 5, IPC I, IPS 2
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.    peserta didik mampu menjelaskanperkembangan kehidupan politikawal kemerdekaantermasuklahirnya Maklumat Pemerintah

2. peserta didik mampu menjelaskankondisi dan tantangan ekonomiyang dihadapi Indonesia pada awalkemerdekaan

3. peserta didikmampu menganalisis kebijakanekonomi pemerintah dalammengatasi krisis awal kemerdekaan


3. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
anak-anak ibu kelas XII berikut merupakan materi mengenai MEMPERTAHANAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ۝١al-hâkumut-takâtsurBerbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ ۝٢ḫattâ zurtumul-maqâbirsampai kamu masuk ke dalam kubur.


4. MATERI 

Latar Belakang

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia belum diakui dunia internasional. Belanda berusaha kembali menjajah melalui kekuatan militer (Agresi Militer I & II) maupun tekanan politik. Para tokoh bangsa mempertahankan kemerdekaan lewat dua jalur: perjuangan fisik/bersenjata dan perjuangan diplomasi.

Tokoh-Tokoh Utama

1. Jenderal Sudirman (1916–1950)
Panglima Besar TNI pertama. Memimpin perang gerilya melawan Agresi Militer Belanda II meski sakit paru-paru berat — ditandu keluar-masuk hutan Jawa selama ±7 bulan.

2. Bung Tomo / Sutomo (1920–1981)
Membakar semangat rakyat Surabaya lewat pidato radio "Merdeka atau Mati!". Memimpin Pertempuran Surabaya 10 November 1945 (kini diperingati sebagai Hari Pahlawan).

3. I Gusti Ngurah Rai (1917–1946)
Pemimpin pasukan Ciung Wanara di Bali. Menolak menyerah dan gugur bersama seluruh pasukannya dalam Puputan Margarana, 20 November 1946.

4. Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1912–1988)
Raja Yogyakarta yang menjadikan wilayahnya ibu kota RI sementara dan berperan besar mendukung Serangan Umum 1 Maret 1949.

5. Jenderal A.H. Nasution (1918–2000)
Panglima Divisi Siliwangi, pencetus strategi Perang Wilayah dan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta.

6. Sutan Sjahrir (1909–1966)
Perdana Menteri pertama RI, memimpin diplomasi lewat Perundingan Linggarjati 1947.

7. Drs. Mohammad Hatta (1902–1980)
Wakil Presiden RI, memimpin delegasi Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 yang menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.

Nilai Keteladanan

Rela berkorban • Pantang menyerah • Persatuan • Kecerdasan diplomasi • Kepemimpinan • Cinta tanah air


ASSESMENT: 

1. membuat sebuah Poster, dengan ketentuan : 

- Memilih 1 nama tokoh yang ikut memperjuangkan/mempertahanakan kemerdekaan Indonesia. 

Isi Poster : 

- judul poster; tokoh yang mempertahankan kemerdekaan indonesia 

-sertakan foto dan nama tokoh

- Tuliskan Biografi Tokoh : Tempat dan tanggal lahir, Riwayat pendidikan. 

- Peran Perjuangan tokoh tersebut untuk mempertahankan kemerdekaan indonesia 

kumpulkan dalam link : (terakhir pukul 18.00)

XII IPA 4 : https://drive.google.com/drive/folders/1qyGwj8XKaTD5NGD5IWvXk5J84ukmmUr3


XII. IPA 5, IPC 1, IPS 2 : 

https://drive.google.com/drive/folders/1xRP36MO1C-g7AVXg_TgnWI1HeCLoA_tc

Senin, 07 September 2026

(XII.F.A.1 dan XII.F.A2) TOKOH YANG MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA

        



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke- 6
Kelas               : XII. F.A 1 dan 2
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.    peserta didik mampu menjelaskanperkembangan kehidupan politikawal kemerdekaantermasuklahirnya Maklumat Pemerintah

2. peserta didik mampu menjelaskankondisi dan tantangan ekonomiyang dihadapi Indonesia pada awalkemerdekaan

3. peserta didikmampu menganalisis kebijakanekonomi pemerintah dalammengatasi krisis awal kemerdekaan


3. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
anak-anak ibu kelas XII berikut merupakan materi mengenai MEMPERTAHANAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ۝١al-hâkumut-takâtsurBerbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ ۝٢ḫattâ zurtumul-maqâbirsampai kamu masuk ke dalam kubur.


4. MATERI 

Latar Belakang

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia belum diakui dunia internasional. Belanda berusaha kembali menjajah melalui kekuatan militer (Agresi Militer I & II) maupun tekanan politik. Para tokoh bangsa mempertahankan kemerdekaan lewat dua jalur: perjuangan fisik/bersenjata dan perjuangan diplomasi.

Tokoh-Tokoh Utama

1. Jenderal Sudirman (1916–1950)
Panglima Besar TNI pertama. Memimpin perang gerilya melawan Agresi Militer Belanda II meski sakit paru-paru berat — ditandu keluar-masuk hutan Jawa selama ±7 bulan.

2. Bung Tomo / Sutomo (1920–1981)
Membakar semangat rakyat Surabaya lewat pidato radio "Merdeka atau Mati!". Memimpin Pertempuran Surabaya 10 November 1945 (kini diperingati sebagai Hari Pahlawan).

3. I Gusti Ngurah Rai (1917–1946)
Pemimpin pasukan Ciung Wanara di Bali. Menolak menyerah dan gugur bersama seluruh pasukannya dalam Puputan Margarana, 20 November 1946.

4. Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1912–1988)
Raja Yogyakarta yang menjadikan wilayahnya ibu kota RI sementara dan berperan besar mendukung Serangan Umum 1 Maret 1949.

5. Jenderal A.H. Nasution (1918–2000)
Panglima Divisi Siliwangi, pencetus strategi Perang Wilayah dan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta.

6. Sutan Sjahrir (1909–1966)
Perdana Menteri pertama RI, memimpin diplomasi lewat Perundingan Linggarjati 1947.

7. Drs. Mohammad Hatta (1902–1980)
Wakil Presiden RI, memimpin delegasi Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 yang menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.

Nilai Keteladanan

Rela berkorban • Pantang menyerah • Persatuan • Kecerdasan diplomasi • Kepemimpinan • Cinta tanah air


ASSESMENT: 

1. membuat sebuah Poster, dengan ketentuan : 

- Memilih 1 nama tokoh yang ikut memperjuangkan/mempertahanakan kemerdekaan Indonesia. 

Isi Poster : 

- judul poster; tokoh yang mempertahankan kemerdekaan indonesia 

-sertakan foto dan nama tokoh

- Tuliskan Biografi Tokoh : Tempat dan tanggal lahir, Riwayat pendidikan. 

- Peran Perjuangan tokoh tersebut untuk mempertahankan kemerdekaan indonesia 

kumpulkan dalam link : (terakhir pukul 18.00)

https://drive.google.com/drive/folders/1qyGwj8XKaTD5NGD5IWvXk5J84ukmmUr3

(XI.F.S.3) PENJAJAHAN BELANDA (VOC) DI INDONESIA

 



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. Gr
Pertemuan.      : ke- 6
Kelas               : XI.F.S3
Mata Pelajaran : Sejarah
Materi : VOC di Indonesia


A. Capaian Pembelajaran 

peserta didik mampu menganalisis proses kedatangan, keterkaitan, serta dampak penjajahan bangsa-bangsa Eropa (Portogis, Spanyol, Belanda, dan Inggris) di Indonesia. Peserta didik mampu mengaitkan kondisi politik, ekonomi, dan sosial-budaya pada masa kolonial dengan kondisi bangsa Indonesia masa kini, serta merefleksikan nilai-nilai perjuangan dan perlawanan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan.

B. Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu:

1. Menganalisis Latar Belakang Kedatangan Menganalisis faktor pendorong (3G: Gold, Glory, Gospel, jatuhnya Konstantinopel, serta perkembangan iptek/pelayaran) kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Nusantara

2. Merekonstruksi Jalur dan Perebutan Dominasi: Menjelaskan proses kedatangan serta persaingan antar-bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda) di wilayah Nusantara

3. Menganalisis Praktik Kolonialisme: Menganalisis kebijakan-kebijakan penting masa kolonial, seperti monopoli perdagangan (VOC), Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel), Sistem Sewa Tanah (Landrent), dan Politik Etis

4. Mengevaluasi Perlawanan Bangsa: Menganalisis bentuk-bentuk perlawanan rakyat Indonesia dan para tokoh daerah terhadap hegemoni bangsa Eropa sebelum abad ke-20 

5.      Bernalar kritis menyelesaikan permasakahan mengenai bentuk penjajahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang bekerja secara mandiri dalam menemukan bukti peninggalan kolonialisme di lingkungan sekitar. 

3. Materi Pembelajaran : 

Latar Belakang Kedatangan

Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dipicu oleh beberapa faktor utama:

  • Jatuhnya Konstantinopel (1453): Kota perdagangan utama ini jatuh ke tangan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman), menyebabkan jalur perdagangan rempah-rempah ke Eropa terputus.

  • Semangat 3G:

    • Gold (Mencari kekayaan/rempah-rempah).

    • Glory (Mencari kejayaan dan perluasan wilayah).

    • Gospel (Menyebarkan agama Kristen).

  • Perkembangan Teknologi: Ditemukannya kompas, peta, dan kapal tangguh untuk pelayaran samudra.

2. Jalur Kedatangan Bangsa Eropa

  • Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque, berhasil menaklukkan Malaka dan lanjut menuju Maluku.

  • Spanyol (1521): Tiba di Tidore, Maluku dipimpin oleh Sebastian del Cano, hingga memicu konflik persaingan dengan Portugis (diakhiri Perjanjian Saragosa).

  • Belanda (1596): Pertama kali mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

  • Inggris (1811–1816): Sempat menguasai Nusantara di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.

3. Kebijakan Penting Masa Kolonial

  • Monopoli Perdagangan VOC: Menguasai perdagangan rempah-rempah lewat pelayaran Hongi dan hak oktroi(hak istimewa cetak uang, tentara, dll.).

  • Sistem Tanam Paksa / Cultuurstelsel (1830): Diberlakukan oleh Van den Bosch, mewajibkan rakyat menanam komoditas ekspor (kopi, tebu, nila) yang menyebabkan kemiskinan dan kelaparan hebat.

  • Sistem Sewa Tanah / Landrent: Diterapkan oleh Raffles (Inggris) dengan menganggap semua tanah milik pemerintah.

  • Politik Etis (1901): Kebijakan "balas budi" Belanda yang mencakup 3 program: Edukasi (pendidikan), Irigasi(pengairan), dan Emigrasi (transmigrasi).


Assalamualaikum wr.wb. 

Selamat Pagi anak-anak ibu yang sholeh dan sholehah. semoga kita selalu dalam lindungan allah swt dan diberikan kemudahan untuk belajar ya nak🤲🏻🫶🏻 hari ini kita akan membahas materi tentang Penjajahan bangsa Belanda dan Peraturan VOc, yaitu dengan bahasan :

Surah Al-A'raf (7) : 56

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

  • Artinya: "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."

    MATERI : Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dipicu oleh beberapa faktor utama:

    • Jatuhnya Konstantinopel (1453): Kota perdagangan utama ini jatuh ke tangan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman), menyebabkan jalur perdagangan rempah-rempah ke Eropa terputus.

    • Semangat 3G:

      • Gold (Mencari kekayaan/rempah-rempah).

      • Glory (Mencari kejayaan dan perluasan wilayah).

      • Gospel (Menyebarkan agama Kristen).

    • Perkembangan Teknologi: Ditemukannya kompas, peta, dan kapal tangguh untuk pelayaran samudra.

    2. Jalur Kedatangan Bangsa Eropa

    • Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque, berhasil menaklukkan Malaka dan lanjut menuju Maluku.

    • Spanyol (1521): Tiba di Tidore, Maluku dipimpin oleh Sebastian del Cano, hingga memicu konflik persaingan dengan Portugis (diakhiri Perjanjian Saragosa).

    • Belanda (1596): Pertama kali mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

    • Inggris (1811–1816): Sempat menguasai Nusantara di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.

    3. Kebijakan Penting Masa Kolonial

    • Monopoli Perdagangan VOC: Menguasai perdagangan rempah-rempah lewat pelayaran Hongi dan hak oktroi(hak istimewa cetak uang, tentara, dll.).

    • Sistem Tanam Paksa / Cultuurstelsel (1830): Diberlakukan oleh Van den Bosch, mewajibkan rakyat menanam komoditas ekspor (kopi, tebu, nila) yang menyebabkan kemiskinan dan kelaparan hebat.

    • Sistem Sewa Tanah / Landrent: Diterapkan oleh Raffles (Inggris) dengan menganggap semua tanah milik pemerintah.

    • Politik Etis (1901): Kebijakan "balas budi" Belanda yang mencakup 3 program: Edukasi (pendidikan), Irigasi(pengairan), dan Emigrasi (transmigrasi).

    4. Perlawanan Bangsa Indonesia

    Sebelum abad ke-20, perlawanan rakyat masih bersifat kedaerahan, bergantung pada pemimpin karismatik, dan mudah diadu domba (Devide et Impera).

    • Perlawanan Tokoh Daerah: Pattimura (Maluku), Pangeran Diponegoro (Jawa), Tuanku Imam Bonjol (Sumatra Barat), Sultan Hasanuddin (Makassar), dan Sisingamangaraja XII (Tapanuli).

    5. Dampak Penjajahan

    • Politik: Runtuhnya kekuasaan kerajaan lokal dan munculnya sistem birokrasi Barat.

    • Ekonomi: Terbentuknya sistem ekonomi uang, tetapi rakyat mengalami kemiskinan akibat eksploitasi.

    • Sosial-Budaya: Diskriminasi rasial/kelas sosial, masuknya kosakata serapan baru, dan berkembangnya agama Kristen/Katolik.

    • Pendidikan: Munculnya golongan terpelajar (dampak Politik Etis) yang nantinya memelopori Gerakan Nasionalisme Indonesia.

      berikut PPT materi yang harus kalian baca

PPT PENJAJAH BELANDA

Assesment : (LANGSUNG DI JAWAB DALAM KOMENTAR) 

1. Setelah VOC bangkrut dan dibubarkan pada 1799, penjajahan tidak berhenti — pemerintah Belanda justru melanjutkannya lewat sistem baru seperti Tanam Paksa (Cultuurstelsel).

Bandingkan cara VOC mengeksploitasi rakyat (monopoli dagang, kerja paksa) dengan cara pemerintah Hindia Belanda mengeksploitasi rakyat lewat Tanam Paksa. Apa persamaan dan perbedaan pola penjajahannya? Menurutmu, apa yang bisa dipelajari bangsa Indonesia dari pergantian pola eksploitasi ini agar peristiwa serupa (penguasaan sumber daya oleh pihak luar demi keuntungan sepihak) tidak terulang di masa sekarang?

Tetap Semangat dan Jaga kesehatan anak-anak ibu 🫰🏻🥰

Wassalamualaikum.wr.wb

Rabu, 26 Agustus 2026

TOKOH MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (XII.F.S1)

       



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke- 5
Kelas               : XII. F.S1
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.    peserta didik mampu menjelaskanperkembangan kehidupan politikawal kemerdekaantermasuklahirnya Maklumat Pemerintah

2. peserta didik mampu menjelaskankondisi dan tantangan ekonomiyang dihadapi Indonesia pada awalkemerdekaan

3. peserta didikmampu menganalisis kebijakanekonomi pemerintah dalammengatasi krisis awal kemerdekaan


3. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
anak-anak ibu kelas XII berikut merupakan materi mengenai MEMPERTAHANAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ۝١al-hâkumut-takâtsurBerbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ ۝٢ḫattâ zurtumul-maqâbirsampai kamu masuk ke dalam kubur.


4. MATERI 

Latar Belakang

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia belum diakui dunia internasional. Belanda berusaha kembali menjajah melalui kekuatan militer (Agresi Militer I & II) maupun tekanan politik. Para tokoh bangsa mempertahankan kemerdekaan lewat dua jalur: perjuangan fisik/bersenjata dan perjuangan diplomasi.

Tokoh-Tokoh Utama

1. Jenderal Sudirman (1916–1950)
Panglima Besar TNI pertama. Memimpin perang gerilya melawan Agresi Militer Belanda II meski sakit paru-paru berat — ditandu keluar-masuk hutan Jawa selama ±7 bulan.

2. Bung Tomo / Sutomo (1920–1981)
Membakar semangat rakyat Surabaya lewat pidato radio "Merdeka atau Mati!". Memimpin Pertempuran Surabaya 10 November 1945 (kini diperingati sebagai Hari Pahlawan).

3. I Gusti Ngurah Rai (1917–1946)
Pemimpin pasukan Ciung Wanara di Bali. Menolak menyerah dan gugur bersama seluruh pasukannya dalam Puputan Margarana, 20 November 1946.

4. Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1912–1988)
Raja Yogyakarta yang menjadikan wilayahnya ibu kota RI sementara dan berperan besar mendukung Serangan Umum 1 Maret 1949.

5. Jenderal A.H. Nasution (1918–2000)
Panglima Divisi Siliwangi, pencetus strategi Perang Wilayah dan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta.

6. Sutan Sjahrir (1909–1966)
Perdana Menteri pertama RI, memimpin diplomasi lewat Perundingan Linggarjati 1947.

7. Drs. Mohammad Hatta (1902–1980)
Wakil Presiden RI, memimpin delegasi Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 yang menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.

Nilai Keteladanan

Rela berkorban • Pantang menyerah • Persatuan • Kecerdasan diplomasi • Kepemimpinan • Cinta tanah air


CATAT PPT DIBAWAH INI NAK, KLIK LINK : 

https://docs.google.com/presentation/d/1SbsL4L_CqI8c6uzLL41uIcnP0p8PgVmu/edit?

UNSUR DAN KONSEP SEJARAH (X.E.1)

     



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke-5
Kelas               : X.E.1
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Konsep Dasar Sejarah


2. Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik mampu:

1.     Mengembangkan konsepsejarah tentang masuk dan berkembangnya penjajahan Bangsa Eropa di Indonesia

2.      Mengidentifikasi peran tokoh-tokoh nasional dalam perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa

3.      Dapat memetakan dampak penjajahan bangsa Eropa di Indonesia

4.      Menyusun manfaat yang masih ditemui di kehidupan masa kini dari penjajahan Bangsa Eropa

5.      Bernalar kritis menyelesaikan permasakahan mengenai bentuk penjajahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang bekerja secara mandiri dalam menemukan bukti peninggalan kolonialisme di lingkungan sekitar


3. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
X.E.1 berikut merupakan materi mengenai unsur dan konsep Dasar Sejarah yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣

Arti: "(1) Demi masa. (2) Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, (3) kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran serta kesabaran."

-Sejarah

Kata "sejarah" berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun, yang berarti "pohon". Pemilihan kata ini bukan tanpa alasan, sebab pohon menggambarkan proses pertumbuhan yang berkesinambungan: memiliki akar sebagai asal-usul, batang sebagai proses, cabang sebagai rangkaian peristiwa, dan ranting yang terus bertambah sebagai kelanjutan cerita. Analogi ini mencerminkan hakikat sejarah sebagai sesuatu yang terus tumbuh dan berkembang dari masa lalu menuju masa kini.

Selain dari bahasa Arab, istilah sejarah juga dikenal dalam berbagai bahasa lain, di antaranya:

  • History (Inggris), berasal dari kata historia dalam bahasa Yunani yang berarti penyelidikan atau pencarian kebenaran.
  • Geschichte (Jerman), yang berarti sesuatu yang telah terjadi atau sudah lampau.
-Sejarah Menurut Para ahli

Beberapa ahli mendefinisikan sejarah dengan sudut pandang yang berbeda-beda, di antaranya:

  • Ibnu Khaldun mengartikan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, beserta segala perubahan yang terjadi pada watak masyarakat tersebut.
  • Moh. Yamin menyatakan bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun berdasarkan hasil penyelidikan atas peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan atau fakta.
  • R. Moh. Ali memandang sejarah sebagai keseluruhan perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita, sekaligus sebagai ilmu yang menyelidikinya.
  • Sartono Kartodirdjo membedakan sejarah menjadi dua makna, yaitu sejarah objektif (peristiwa itu sendiri yang telah terjadi dan tidak dapat terulang) dan sejarah subjektif (bentuk kisah dari peristiwa yang disusun oleh penulisnya).
  • Kuntowijoyo mendefinisikan sejarah sebagai rekonstruksi masa lalu yang bersifat empiris, yang mengkaji apa, siapa, kapan, di mana, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi berdasarkan bukti-bukti yang ada.
Silahkan akses PPT yang ibu lampirkan dibawah ya nak, untuk materi lanjutan yang akan kita pelajari hari ini…



4. Assesment : Individu

Banyak orang menganggap sejarah hanya pelajaran menghafal tahun dan nama tokoh. Menurut pendapatmu, mengapa memahami alasan terjadinya suatu peristiwa di masa lalu jauh lebih penting daripada sekadar menghafal tanggalnya? Berikan satu contoh sederhana dari kehidupanmu sehari-hari!

KONTAK AWAL BELANDA DAN INDONESIA SETELAH PROKLAMASI (XII.F.A.3)

1. Identitas :  Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd.  Pertemuan.      : ke- 8 Kelas                 : XII. F.A 3 Mata Pelajaran...