Rabu, 28 Oktober 2026

PERLAWANAN RAKYAT INDONESIA TERHADAP VOC (XI.F.S3)

     



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. Gr
Pertemuan.      : ke- 9
Kelas               : XI.F.S3
Mata Pelajaran : Sejarah
Materi : VOC di Indonesia


A. Capaian Pembelajaran 

peserta didik mampu menganalisis proses kedatangan, keterkaitan, serta dampak penjajahan bangsa-bangsa Eropa (Portogis, Spanyol, Belanda, dan Inggris) di Indonesia. Peserta didik mampu mengaitkan kondisi politik, ekonomi, dan sosial-budaya pada masa kolonial dengan kondisi bangsa Indonesia masa kini, serta merefleksikan nilai-nilai perjuangan dan perlawanan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan.

B. Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu:

1. Menganalisis Latar Belakang Kedatangan Menganalisis faktor pendorong (3G: Gold, Glory, Gospel, jatuhnya Konstantinopel, serta perkembangan iptek/pelayaran) kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Nusantara

2. Merekonstruksi Jalur dan Perebutan Dominasi: Menjelaskan proses kedatangan serta persaingan antar-bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda) di wilayah Nusantara

3. Menganalisis Praktik Kolonialisme: Menganalisis kebijakan-kebijakan penting masa kolonial, seperti monopoli perdagangan (VOC), Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel), Sistem Sewa Tanah (Landrent), dan Politik Etis

4. Mengevaluasi Perlawanan Bangsa: Menganalisis bentuk-bentuk perlawanan rakyat Indonesia dan para tokoh daerah terhadap hegemoni bangsa Eropa sebelum abad ke-20 

5.      Bernalar kritis menyelesaikan permasakahan mengenai bentuk penjajahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang bekerja secara mandiri dalam menemukan bukti peninggalan kolonialisme di lingkungan sekitar. 


C. Alur Tujuan Pembelajaran 


1. 12.1 Peserta didik mampu menjelaskan latar belakang berdirinya VOC di Nusantara
2. 12.2 Peserta didik mampu mengidentifikasi hak-hak istimewa (octrooi) VOC dan strukturnya

3. 12.3 Peserta didik mampu menganalisis strategi VOC memperluas kekuasaan (devide et impera, perjanjian dengan kerajaan lokal)

D. Materi Pembelajaran : 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi anak-anak ibu kelas XII hari ini kita lanjut bahasa materi dari bab I minggu lalu ya nak, dengan materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

-Latar Belakang Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dipicu oleh beberapa faktor utama:

  • Jatuhnya Konstantinopel (1453): Kota perdagangan utama ini jatuh ke tangan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman), menyebabkan jalur perdagangan rempah-rempah ke Eropa terputus.

  • Semangat 3G:

    • Gold (Mencari kekayaan/rempah-rempah).

    • Glory (Mencari kejayaan dan perluasan wilayah).

    • Gospel (Menyebarkan agama Kristen).

  • Perkembangan Teknologi: Ditemukannya kompas, peta, dan kapal tangguh untuk pelayaran samudra.

2. Jalur Kedatangan Bangsa Eropa

  • Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque, berhasil menaklukkan Malaka dan lanjut menuju Maluku.

  • Spanyol (1521): Tiba di Tidore, Maluku dipimpin oleh Sebastian del Cano, hingga memicu konflik persaingan dengan Portugis (diakhiri Perjanjian Saragosa).

  • Belanda (1596): Pertama kali mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

  • Inggris (1811–1816): Sempat menguasai Nusantara di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.

3. Kebijakan Penting Masa Kolonial

  • Monopoli Perdagangan VOC: Menguasai perdagangan rempah-rempah lewat pelayaran Hongi dan hak oktroi(hak istimewa cetak uang, tentara, dll.).

  • Sistem Tanam Paksa / Cultuurstelsel (1830): Diberlakukan oleh Van den Bosch, mewajibkan rakyat menanam komoditas ekspor (kopi, tebu, nila) yang menyebabkan kemiskinan dan kelaparan hebat.

  • Sistem Sewa Tanah / Landrent: Diterapkan oleh Raffles (Inggris) dengan menganggap semua tanah milik pemerintah.

  • Politik Etis (1901): Kebijakan "balas budi" Belanda yang mencakup 3 program: Edukasi (pendidikan), Irigasi(pengairan), dan Emigrasi (transmigrasi).


Assalamualaikum wr.wb. 

Selamat Pagi anak-anak ibu yang sholeh dan sholehah. semoga kita selalu dalam lindungan allah swt dan diberikan kemudahan untuk belajar ya nak🤲🏻🫶🏻 hari ini kita akan membahas materi tentang Penjajahan bangsa Belanda dan Peraturan VOc, yaitu dengan bahasan :

Surah Al-A'raf (7) : 56

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

  • Artinya: "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."

    MATERI : Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dipicu oleh beberapa faktor utama:

    • Jatuhnya Konstantinopel (1453): Kota perdagangan utama ini jatuh ke tangan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman), menyebabkan jalur perdagangan rempah-rempah ke Eropa terputus.

    • Semangat 3G:

      • Gold (Mencari kekayaan/rempah-rempah).

      • Glory (Mencari kejayaan dan perluasan wilayah).

      • Gospel (Menyebarkan agama Kristen).

    • Perkembangan Teknologi: Ditemukannya kompas, peta, dan kapal tangguh untuk pelayaran samudra.

    2. Jalur Kedatangan Bangsa Eropa

    • Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque, berhasil menaklukkan Malaka dan lanjut menuju Maluku.

    • Spanyol (1521): Tiba di Tidore, Maluku dipimpin oleh Sebastian del Cano, hingga memicu konflik persaingan dengan Portugis (diakhiri Perjanjian Saragosa).

    • Belanda (1596): Pertama kali mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

    • Inggris (1811–1816): Sempat menguasai Nusantara di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.

    3. Kebijakan Penting Masa Kolonial

    • Monopoli Perdagangan VOC: Menguasai perdagangan rempah-rempah lewat pelayaran Hongi dan hak oktroi(hak istimewa cetak uang, tentara, dll.).

    • Sistem Tanam Paksa / Cultuurstelsel (1830): Diberlakukan oleh Van den Bosch, mewajibkan rakyat menanam komoditas ekspor (kopi, tebu, nila) yang menyebabkan kemiskinan dan kelaparan hebat.

    • Sistem Sewa Tanah / Landrent: Diterapkan oleh Raffles (Inggris) dengan menganggap semua tanah milik pemerintah.

    • Politik Etis (1901): Kebijakan "balas budi" Belanda yang mencakup 3 program: Edukasi (pendidikan), Irigasi(pengairan), dan Emigrasi (transmigrasi).

    4. Perlawanan Bangsa Indonesia

    Sebelum abad ke-20, perlawanan rakyat masih bersifat kedaerahan, bergantung pada pemimpin karismatik, dan mudah diadu domba (Devide et Impera).

    • Perlawanan Tokoh Daerah: Pattimura (Maluku), Pangeran Diponegoro (Jawa), Tuanku Imam Bonjol (Sumatra Barat), Sultan Hasanuddin (Makassar), dan Sisingamangaraja XII (Tapanuli).

      *KESIMPULAN* 

    • Politik: Runtuhnya kekuasaan kerajaan lokal dan munculnya sistem birokrasi Barat.

    • Ekonomi: Terbentuknya sistem ekonomi uang, tetapi rakyat mengalami kemiskinan akibat eksploitasi.

    • Sosial-Budaya: Diskriminasi rasial/kelas sosial, masuknya kosakata serapan baru, dan berkembangnya agama Kristen/Katolik.

    • Pendidikan: Munculnya golongan terpelajar (dampak Politik Etis) yang nantinya memelopori Gerakan Nasionalisme Indonesia.

      berikut PPT materi yang harus kalian baca

PPT PENJAJAH BELANDA

Assesment : (LANGSUNG DI JAWAB DALAM KOMENTAR) 

1. Setelah VOC bangkrut dan dibubarkan pada 1799, penjajahan tidak berhenti — pemerintah Belanda justru melanjutkannya lewat sistem baru seperti Tanam Paksa (Cultuurstelsel).

Bandingkan cara VOC mengeksploitasi rakyat (monopoli dagang, kerja paksa) dengan cara pemerintah Hindia Belanda mengeksploitasi rakyat lewat Tanam Paksa. Apa persamaan dan perbedaan pola penjajahannya? Menurutmu, apa yang bisa dipelajari bangsa Indonesia dari pergantian pola eksploitasi ini agar peristiwa serupa (penguasaan sumber daya oleh pihak luar demi keuntungan sepihak) tidak terulang di masa sekarang?

Tetap Semangat dan Jaga kesehatan anak-anak ibu 🫰🏻🥰

6. KESIMPULAN DAN REFLEKSI

BUKTI DAN PENINGGALAN AGAMA HINDU BUDHA (X.1)



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke-9
Kelas               : X.E.1
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Masuk dan Berkembangnya Agama Hindu Budha 

2. Capaian Pembelajaran 
Peserta didik mampu memahami proses masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Buddha di Nusantara serta bukti-bukti peninggalannya yang masih ada hingga kini. murid mampu mengumpulkan data dari berbagai sumber (candi, prasasti, karya sastra, tradisi), menganalisisnya, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan hasilnya.

3. Tujuan Pembelajaran 
  1. TP 1: menjelaskan jalur dan faktor masuknya agama Hindu dan Buddha ke Nusantara berdasarkan peta dan teks sumber.
  2. TP 2: mengidentifikasi kerajaan bercorak Hindu dan Buddha beserta letak dan masa kejayaannya.
  3. TP 3: menganalisis candi, prasasti, dan karya sastra sebagai bukti sejarah pengaruh Hindu-Buddha.
  4. TP 4: menjelaskan bentuk akulturasi budaya Hindu-Buddha dengan budaya lokal dalam seni, bahasa, dan tradisi yang masih hidup.
  5. TP 5: menunjukkan sikap toleran serta menghargai dan menjaga warisan budaya, dengan berpijak pada nilai-nilai Al-Qur'an dan hadis.
3.  Materi 

Jalur masuk dan kerajaan. Pengaruh Hindu dan Buddha datang dari India terutama lewat perdagangan laut sejak awal Masehi. Para raja Nusantara kemudian mengadopsi unsur India, seperti gelar, upacara, dan aksara, untuk memperkuat kedudukan mereka. Kerajaan Hindu tertua adalah Kutai (abad ke-4), disusul Tarumanegara dan Mataram Kuno. Kerajaan bercorak Buddha yang terkenal adalah Sriwijaya dan Dinasti Syailendra.

QS. Al-Baqarah [2]: 256 (tidak ada paksaan dalam beragama)

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ

Artinya: "Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam); sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat."

Candi. Candi berfungsi sebagai tempat ibadah dan pemuliaan raja. Borobudur (Buddha) berbentuk punden berundak dengan ribuan relief yang menceritakan ajaran Buddha. Prambanan (Hindu) memuat relief Ramayana dan didedikasikan untuk Trimurti, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa. Kedua candi ini sama-sama menjadi Warisan Dunia UNESCO. Pura Besakih di Bali menunjukkan bahwa tradisi ini tidak hanya peninggalan, tetapi masih dipakai beribadah.

Prasasti dan sastra. Prasasti Yupa dari Kutai ditulis dengan aksara Pallawa dalam bahasa Sanskerta dan memuat pujian bagi Raja Mulawarman. Prasasti Ciaruteun memuat jejak kaki Purnawarman yang disamakan dengan Dewa Wisnu. Dalam sastra, epos Ramayana dan Mahabharata diolah ulang oleh pujangga Jawa. Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular dari masa Majapahit memuat kalimat yang kemudian menjadi semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika.

Seni dan tradisi. Wayang kulit membawakan lakon dari Ramayana dan Mahabharata, sehingga cerita India menjadi bagian dari budaya Jawa dan Bali. Sendratari Ramayana di Prambanan menampilkan kisah yang sama di dekat candi yang reliefnya menggambarkannya. Perayaan seperti Nyepi, Galungan, dan Waisak masih dijalankan setiap tahun.

Bahasa dan kehidupan. Banyak kata sehari-hari berasal dari Sanskerta, misalnya agama, bumi, surga, manusia, dan negara. Di Bali, sistem irigasi Subak berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, yaitu keselarasan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Istilah Pancasila juga berasal dari bahasa Sanskerta.

Materi PPT : 

PENINGGALAN HINDU BUDHA   

4. Assesment: 

Jelaskan dua cara atau faktor yang menyebabkan agama Hindu dan Buddha dapat masuk dan berkembang di Nusantara.

5. Kesimpulan dan Refleksi






Senin, 12 Oktober 2026

(Materi Lanjutan) Kekuasaan VOC dan Kerja Paksa (XI.F.S3)

    



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. Gr
Pertemuan.      : ke- 7
Kelas               : XI.F.S3
Mata Pelajaran : Sejarah
Materi : VOC di Indonesia


A. Capaian Pembelajaran 

peserta didik mampu menganalisis proses kedatangan, keterkaitan, serta dampak penjajahan bangsa-bangsa Eropa (Portogis, Spanyol, Belanda, dan Inggris) di Indonesia. Peserta didik mampu mengaitkan kondisi politik, ekonomi, dan sosial-budaya pada masa kolonial dengan kondisi bangsa Indonesia masa kini, serta merefleksikan nilai-nilai perjuangan dan perlawanan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan.

B. Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu:

1. Menganalisis Latar Belakang Kedatangan Menganalisis faktor pendorong (3G: Gold, Glory, Gospel, jatuhnya Konstantinopel, serta perkembangan iptek/pelayaran) kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Nusantara

2. Merekonstruksi Jalur dan Perebutan Dominasi: Menjelaskan proses kedatangan serta persaingan antar-bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda) di wilayah Nusantara

3. Menganalisis Praktik Kolonialisme: Menganalisis kebijakan-kebijakan penting masa kolonial, seperti monopoli perdagangan (VOC), Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel), Sistem Sewa Tanah (Landrent), dan Politik Etis

4. Mengevaluasi Perlawanan Bangsa: Menganalisis bentuk-bentuk perlawanan rakyat Indonesia dan para tokoh daerah terhadap hegemoni bangsa Eropa sebelum abad ke-20 

5.      Bernalar kritis menyelesaikan permasakahan mengenai bentuk penjajahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang bekerja secara mandiri dalam menemukan bukti peninggalan kolonialisme di lingkungan sekitar. 


C. Alur Tujuan Pembelajaran 


1. 12.1 Peserta didik mampu menjelaskan latar belakang berdirinya VOC di Nusantara
2. 12.2 Peserta didik mampu mengidentifikasi hak-hak istimewa (octrooi) VOC dan strukturnya

3. 12.3 Peserta didik mampu menganalisis strategi VOC memperluas kekuasaan (devide et impera, perjanjian dengan kerajaan lokal)

D. Materi Pembelajaran : 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi anak-anak ibu kelas XII hari ini kita lanjut bahasa materi dari bab I minggu lalu ya nak, dengan materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

-Latar Belakang Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dipicu oleh beberapa faktor utama:

  • Jatuhnya Konstantinopel (1453): Kota perdagangan utama ini jatuh ke tangan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman), menyebabkan jalur perdagangan rempah-rempah ke Eropa terputus.

  • Semangat 3G:

    • Gold (Mencari kekayaan/rempah-rempah).

    • Glory (Mencari kejayaan dan perluasan wilayah).

    • Gospel (Menyebarkan agama Kristen).

  • Perkembangan Teknologi: Ditemukannya kompas, peta, dan kapal tangguh untuk pelayaran samudra.

2. Jalur Kedatangan Bangsa Eropa

  • Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque, berhasil menaklukkan Malaka dan lanjut menuju Maluku.

  • Spanyol (1521): Tiba di Tidore, Maluku dipimpin oleh Sebastian del Cano, hingga memicu konflik persaingan dengan Portugis (diakhiri Perjanjian Saragosa).

  • Belanda (1596): Pertama kali mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

  • Inggris (1811–1816): Sempat menguasai Nusantara di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.

3. Kebijakan Penting Masa Kolonial

  • Monopoli Perdagangan VOC: Menguasai perdagangan rempah-rempah lewat pelayaran Hongi dan hak oktroi(hak istimewa cetak uang, tentara, dll.).

  • Sistem Tanam Paksa / Cultuurstelsel (1830): Diberlakukan oleh Van den Bosch, mewajibkan rakyat menanam komoditas ekspor (kopi, tebu, nila) yang menyebabkan kemiskinan dan kelaparan hebat.

  • Sistem Sewa Tanah / Landrent: Diterapkan oleh Raffles (Inggris) dengan menganggap semua tanah milik pemerintah.

  • Politik Etis (1901): Kebijakan "balas budi" Belanda yang mencakup 3 program: Edukasi (pendidikan), Irigasi(pengairan), dan Emigrasi (transmigrasi).


Assalamualaikum wr.wb. 

Selamat Pagi anak-anak ibu yang sholeh dan sholehah. semoga kita selalu dalam lindungan allah swt dan diberikan kemudahan untuk belajar ya nak🤲🏻🫶🏻 hari ini kita akan membahas materi tentang Penjajahan bangsa Belanda dan Peraturan VOc, yaitu dengan bahasan :

Surah Al-A'raf (7) : 56

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

  • Artinya: "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."

    MATERI : Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dipicu oleh beberapa faktor utama:

    • Jatuhnya Konstantinopel (1453): Kota perdagangan utama ini jatuh ke tangan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman), menyebabkan jalur perdagangan rempah-rempah ke Eropa terputus.

    • Semangat 3G:

      • Gold (Mencari kekayaan/rempah-rempah).

      • Glory (Mencari kejayaan dan perluasan wilayah).

      • Gospel (Menyebarkan agama Kristen).

    • Perkembangan Teknologi: Ditemukannya kompas, peta, dan kapal tangguh untuk pelayaran samudra.

    2. Jalur Kedatangan Bangsa Eropa

    • Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque, berhasil menaklukkan Malaka dan lanjut menuju Maluku.

    • Spanyol (1521): Tiba di Tidore, Maluku dipimpin oleh Sebastian del Cano, hingga memicu konflik persaingan dengan Portugis (diakhiri Perjanjian Saragosa).

    • Belanda (1596): Pertama kali mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

    • Inggris (1811–1816): Sempat menguasai Nusantara di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.

    3. Kebijakan Penting Masa Kolonial

    • Monopoli Perdagangan VOC: Menguasai perdagangan rempah-rempah lewat pelayaran Hongi dan hak oktroi(hak istimewa cetak uang, tentara, dll.).

    • Sistem Tanam Paksa / Cultuurstelsel (1830): Diberlakukan oleh Van den Bosch, mewajibkan rakyat menanam komoditas ekspor (kopi, tebu, nila) yang menyebabkan kemiskinan dan kelaparan hebat.

    • Sistem Sewa Tanah / Landrent: Diterapkan oleh Raffles (Inggris) dengan menganggap semua tanah milik pemerintah.

    • Politik Etis (1901): Kebijakan "balas budi" Belanda yang mencakup 3 program: Edukasi (pendidikan), Irigasi(pengairan), dan Emigrasi (transmigrasi).

    4. Perlawanan Bangsa Indonesia

    Sebelum abad ke-20, perlawanan rakyat masih bersifat kedaerahan, bergantung pada pemimpin karismatik, dan mudah diadu domba (Devide et Impera).

    • Perlawanan Tokoh Daerah: Pattimura (Maluku), Pangeran Diponegoro (Jawa), Tuanku Imam Bonjol (Sumatra Barat), Sultan Hasanuddin (Makassar), dan Sisingamangaraja XII (Tapanuli).

      *KESIMPULAN* 

    • Politik: Runtuhnya kekuasaan kerajaan lokal dan munculnya sistem birokrasi Barat.

    • Ekonomi: Terbentuknya sistem ekonomi uang, tetapi rakyat mengalami kemiskinan akibat eksploitasi.

    • Sosial-Budaya: Diskriminasi rasial/kelas sosial, masuknya kosakata serapan baru, dan berkembangnya agama Kristen/Katolik.

    • Pendidikan: Munculnya golongan terpelajar (dampak Politik Etis) yang nantinya memelopori Gerakan Nasionalisme Indonesia.

      berikut PPT materi yang harus kalian baca

PPT PENJAJAH BELANDA

Assesment : (LANGSUNG DI JAWAB DALAM KOMENTAR) 

1. Setelah VOC bangkrut dan dibubarkan pada 1799, penjajahan tidak berhenti — pemerintah Belanda justru melanjutkannya lewat sistem baru seperti Tanam Paksa (Cultuurstelsel).

Bandingkan cara VOC mengeksploitasi rakyat (monopoli dagang, kerja paksa) dengan cara pemerintah Hindia Belanda mengeksploitasi rakyat lewat Tanam Paksa. Apa persamaan dan perbedaan pola penjajahannya? Menurutmu, apa yang bisa dipelajari bangsa Indonesia dari pergantian pola eksploitasi ini agar peristiwa serupa (penguasaan sumber daya oleh pihak luar demi keuntungan sepihak) tidak terulang di masa sekarang?

Tetap Semangat dan Jaga kesehatan anak-anak ibu 🫰🏻🥰

6. KESIMPULAN DAN REFLEKSI

Rabu, 23 September 2026

SINKRONIS DAN DIAKRONIS (X.1)

      



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. 
Pertemuan.      : ke-7
Kelas               : X.E.1
Mata Pelajaran : IPS (Sejarah) 
Materi.             : Konsep Dasar Sejarah


2. peserta didik mampu memahami konsep-konsep dasar ilmu sejarah, meliputi pengertian sejarah, manusia, ruang, dan waktu dalam sejarah, serta konsep kronologis (diakronik) dan konsep sinkronis dalam mengkaji peristiwa sejarah. Peserta didik mampu menjelaskan konsep perubahan dan keberlanjutan (kontinuitas), serta memahami konsep kausalitas (sebab-akibat) dalam peristiwa sejarah. Peserta didik juga mampu memahami konsep periodisasi sebagai cara mengklasifikasikan peristiwa sejarah berdasarkan kurun waktu tertentu.
3.Tujuan Pembelajaran :

3. Peserta didik mampu:

1.     Mengembangkan konsepsejarah tentang masuk dan berkembangnya penjajahan Bangsa Eropa di Indonesia

2.      Mengidentifikasi peran tokoh-tokoh nasional dalam perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa

3.      Dapat memetakan dampak penjajahan bangsa Eropa di Indonesia

4.      Menyusun manfaat yang masih ditemui di kehidupan masa kini dari penjajahan Bangsa Eropa

5.      Bernalar kritis menyelesaikan permasakahan mengenai bentuk penjajahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang bekerja secara mandiri dalam menemukan bukti peninggalan kolonialisme di lingkungan sekitar


4. Materi Pembelajaran : 
Assalamualaikum Wr.Wb 
X.E.1 berikut merupakan materi mengenai unsur dan konsep Dasar Sejarah yang akan kita bahas di hari ini ya nak… 

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣

Arti: "(1) Demi masa. (2) Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, (3) kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran serta kesabaran."

-Sejarah

Kata "sejarah" berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun, yang berarti "pohon". Pemilihan kata ini bukan tanpa alasan, sebab pohon menggambarkan proses pertumbuhan yang berkesinambungan: memiliki akar sebagai asal-usul, batang sebagai proses, cabang sebagai rangkaian peristiwa, dan ranting yang terus bertambah sebagai kelanjutan cerita. Analogi ini mencerminkan hakikat sejarah sebagai sesuatu yang terus tumbuh dan berkembang dari masa lalu menuju masa kini.

Selain dari bahasa Arab, istilah sejarah juga dikenal dalam berbagai bahasa lain, di antaranya:

  • History (Inggris), berasal dari kata historia dalam bahasa Yunani yang berarti penyelidikan atau pencarian kebenaran.
  • Geschichte (Jerman), yang berarti sesuatu yang telah terjadi atau sudah lampau.
-Sejarah Menurut Para ahli

Beberapa ahli mendefinisikan sejarah dengan sudut pandang yang berbeda-beda, di antaranya:

  • Ibnu Khaldun mengartikan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, beserta segala perubahan yang terjadi pada watak masyarakat tersebut.
  • Moh. Yamin menyatakan bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun berdasarkan hasil penyelidikan atas peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan atau fakta.
  • R. Moh. Ali memandang sejarah sebagai keseluruhan perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita, sekaligus sebagai ilmu yang menyelidikinya.
  • Sartono Kartodirdjo membedakan sejarah menjadi dua makna, yaitu sejarah objektif (peristiwa itu sendiri yang telah terjadi dan tidak dapat terulang) dan sejarah subjektif (bentuk kisah dari peristiwa yang disusun oleh penulisnya).
  • Kuntowijoyo mendefinisikan sejarah sebagai rekonstruksi masa lalu yang bersifat empiris, yang mengkaji apa, siapa, kapan, di mana, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi berdasarkan bukti-bukti yang ada.
Silahkan akses PPT yang ibu lampirkan dibawah ya nak, untuk materi lanjutan yang akan kita pelajari hari ini…



4. Assesment : Individu

apakah dalam peristiwa sejarah ruang dan waktu bisa dihilangkan? dan menurutmu seberapa penting waktu dalam sebuah cerita sejarah? 

5. Kesimpulan 


Senin, 21 September 2026

KEKUASAAN VOC (XI.FS3)

   



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. Gr
Pertemuan.      : ke- 6
Kelas               : XI.F.S3
Mata Pelajaran : Sejarah
Materi : VOC di Indonesia


A. Capaian Pembelajaran 

peserta didik mampu menganalisis proses kedatangan, keterkaitan, serta dampak penjajahan bangsa-bangsa Eropa (Portogis, Spanyol, Belanda, dan Inggris) di Indonesia. Peserta didik mampu mengaitkan kondisi politik, ekonomi, dan sosial-budaya pada masa kolonial dengan kondisi bangsa Indonesia masa kini, serta merefleksikan nilai-nilai perjuangan dan perlawanan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan.

B. Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu:

1. Menganalisis Latar Belakang Kedatangan Menganalisis faktor pendorong (3G: Gold, Glory, Gospel, jatuhnya Konstantinopel, serta perkembangan iptek/pelayaran) kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Nusantara

2. Merekonstruksi Jalur dan Perebutan Dominasi: Menjelaskan proses kedatangan serta persaingan antar-bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda) di wilayah Nusantara

3. Menganalisis Praktik Kolonialisme: Menganalisis kebijakan-kebijakan penting masa kolonial, seperti monopoli perdagangan (VOC), Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel), Sistem Sewa Tanah (Landrent), dan Politik Etis

4. Mengevaluasi Perlawanan Bangsa: Menganalisis bentuk-bentuk perlawanan rakyat Indonesia dan para tokoh daerah terhadap hegemoni bangsa Eropa sebelum abad ke-20 

5.      Bernalar kritis menyelesaikan permasakahan mengenai bentuk penjajahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang bekerja secara mandiri dalam menemukan bukti peninggalan kolonialisme di lingkungan sekitar. 


C. Alur Tujuan Pembelajaran 


1. 12.1 Peserta didik mampu menjelaskan latar belakang berdirinya VOC di Nusantara
2. 12.2 Peserta didik mampu mengidentifikasi hak-hak istimewa (octrooi) VOC dan strukturnya

3. 12.3 Peserta didik mampu menganalisis strategi VOC memperluas kekuasaan (devide et impera, perjanjian dengan kerajaan lokal)

D. Materi Pembelajaran : 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi anak-anak ibu kelas XII hari ini kita lanjut bahasa materi dari bab I minggu lalu ya nak, dengan materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

-Latar Belakang Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dipicu oleh beberapa faktor utama:

  • Jatuhnya Konstantinopel (1453): Kota perdagangan utama ini jatuh ke tangan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman), menyebabkan jalur perdagangan rempah-rempah ke Eropa terputus.

  • Semangat 3G:

    • Gold (Mencari kekayaan/rempah-rempah).

    • Glory (Mencari kejayaan dan perluasan wilayah).

    • Gospel (Menyebarkan agama Kristen).

  • Perkembangan Teknologi: Ditemukannya kompas, peta, dan kapal tangguh untuk pelayaran samudra.

2. Jalur Kedatangan Bangsa Eropa

  • Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque, berhasil menaklukkan Malaka dan lanjut menuju Maluku.

  • Spanyol (1521): Tiba di Tidore, Maluku dipimpin oleh Sebastian del Cano, hingga memicu konflik persaingan dengan Portugis (diakhiri Perjanjian Saragosa).

  • Belanda (1596): Pertama kali mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

  • Inggris (1811–1816): Sempat menguasai Nusantara di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.

3. Kebijakan Penting Masa Kolonial

  • Monopoli Perdagangan VOC: Menguasai perdagangan rempah-rempah lewat pelayaran Hongi dan hak oktroi(hak istimewa cetak uang, tentara, dll.).

  • Sistem Tanam Paksa / Cultuurstelsel (1830): Diberlakukan oleh Van den Bosch, mewajibkan rakyat menanam komoditas ekspor (kopi, tebu, nila) yang menyebabkan kemiskinan dan kelaparan hebat.

  • Sistem Sewa Tanah / Landrent: Diterapkan oleh Raffles (Inggris) dengan menganggap semua tanah milik pemerintah.

  • Politik Etis (1901): Kebijakan "balas budi" Belanda yang mencakup 3 program: Edukasi (pendidikan), Irigasi(pengairan), dan Emigrasi (transmigrasi).


Assalamualaikum wr.wb. 

Selamat Pagi anak-anak ibu yang sholeh dan sholehah. semoga kita selalu dalam lindungan allah swt dan diberikan kemudahan untuk belajar ya nak🤲🏻🫶🏻 hari ini kita akan membahas materi tentang Penjajahan bangsa Belanda dan Peraturan VOc, yaitu dengan bahasan :

Surah Al-A'raf (7) : 56

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

  • Artinya: "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."

    MATERI : Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dipicu oleh beberapa faktor utama:

    • Jatuhnya Konstantinopel (1453): Kota perdagangan utama ini jatuh ke tangan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman), menyebabkan jalur perdagangan rempah-rempah ke Eropa terputus.

    • Semangat 3G:

      • Gold (Mencari kekayaan/rempah-rempah).

      • Glory (Mencari kejayaan dan perluasan wilayah).

      • Gospel (Menyebarkan agama Kristen).

    • Perkembangan Teknologi: Ditemukannya kompas, peta, dan kapal tangguh untuk pelayaran samudra.

    2. Jalur Kedatangan Bangsa Eropa

    • Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque, berhasil menaklukkan Malaka dan lanjut menuju Maluku.

    • Spanyol (1521): Tiba di Tidore, Maluku dipimpin oleh Sebastian del Cano, hingga memicu konflik persaingan dengan Portugis (diakhiri Perjanjian Saragosa).

    • Belanda (1596): Pertama kali mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

    • Inggris (1811–1816): Sempat menguasai Nusantara di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.

    3. Kebijakan Penting Masa Kolonial

    • Monopoli Perdagangan VOC: Menguasai perdagangan rempah-rempah lewat pelayaran Hongi dan hak oktroi(hak istimewa cetak uang, tentara, dll.).

    • Sistem Tanam Paksa / Cultuurstelsel (1830): Diberlakukan oleh Van den Bosch, mewajibkan rakyat menanam komoditas ekspor (kopi, tebu, nila) yang menyebabkan kemiskinan dan kelaparan hebat.

    • Sistem Sewa Tanah / Landrent: Diterapkan oleh Raffles (Inggris) dengan menganggap semua tanah milik pemerintah.

    • Politik Etis (1901): Kebijakan "balas budi" Belanda yang mencakup 3 program: Edukasi (pendidikan), Irigasi(pengairan), dan Emigrasi (transmigrasi).

    4. Perlawanan Bangsa Indonesia

    Sebelum abad ke-20, perlawanan rakyat masih bersifat kedaerahan, bergantung pada pemimpin karismatik, dan mudah diadu domba (Devide et Impera).

    • Perlawanan Tokoh Daerah: Pattimura (Maluku), Pangeran Diponegoro (Jawa), Tuanku Imam Bonjol (Sumatra Barat), Sultan Hasanuddin (Makassar), dan Sisingamangaraja XII (Tapanuli).

      *KESIMPULAN* 

    • Politik: Runtuhnya kekuasaan kerajaan lokal dan munculnya sistem birokrasi Barat.

    • Ekonomi: Terbentuknya sistem ekonomi uang, tetapi rakyat mengalami kemiskinan akibat eksploitasi.

    • Sosial-Budaya: Diskriminasi rasial/kelas sosial, masuknya kosakata serapan baru, dan berkembangnya agama Kristen/Katolik.

    • Pendidikan: Munculnya golongan terpelajar (dampak Politik Etis) yang nantinya memelopori Gerakan Nasionalisme Indonesia.

      berikut PPT materi yang harus kalian baca

PPT PENJAJAH BELANDA

Assesment : (LANGSUNG DI JAWAB DALAM KOMENTAR) 

1. Setelah VOC bangkrut dan dibubarkan pada 1799, penjajahan tidak berhenti — pemerintah Belanda justru melanjutkannya lewat sistem baru seperti Tanam Paksa (Cultuurstelsel).

Bandingkan cara VOC mengeksploitasi rakyat (monopoli dagang, kerja paksa) dengan cara pemerintah Hindia Belanda mengeksploitasi rakyat lewat Tanam Paksa. Apa persamaan dan perbedaan pola penjajahannya? Menurutmu, apa yang bisa dipelajari bangsa Indonesia dari pergantian pola eksploitasi ini agar peristiwa serupa (penguasaan sumber daya oleh pihak luar demi keuntungan sepihak) tidak terulang di masa sekarang?

Tetap Semangat dan Jaga kesehatan anak-anak ibu 🫰🏻🥰

6. KESIMPULAN DAN REFLEKSI

Jumat, 18 September 2026

KEKUASAAN VOC (XI.F.S1)

  



1. Identitas : 
Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. Gr
Pertemuan.      : ke- 6
Kelas               : XI.F.S1
Mata Pelajaran : Sejarah
Materi : VOC di Indonesia


A. Capaian Pembelajaran 

peserta didik mampu menganalisis proses kedatangan, keterkaitan, serta dampak penjajahan bangsa-bangsa Eropa (Portogis, Spanyol, Belanda, dan Inggris) di Indonesia. Peserta didik mampu mengaitkan kondisi politik, ekonomi, dan sosial-budaya pada masa kolonial dengan kondisi bangsa Indonesia masa kini, serta merefleksikan nilai-nilai perjuangan dan perlawanan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan.

B. Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu:

1. Menganalisis Latar Belakang Kedatangan Menganalisis faktor pendorong (3G: Gold, Glory, Gospel, jatuhnya Konstantinopel, serta perkembangan iptek/pelayaran) kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Nusantara

2. Merekonstruksi Jalur dan Perebutan Dominasi: Menjelaskan proses kedatangan serta persaingan antar-bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda) di wilayah Nusantara

3. Menganalisis Praktik Kolonialisme: Menganalisis kebijakan-kebijakan penting masa kolonial, seperti monopoli perdagangan (VOC), Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel), Sistem Sewa Tanah (Landrent), dan Politik Etis

4. Mengevaluasi Perlawanan Bangsa: Menganalisis bentuk-bentuk perlawanan rakyat Indonesia dan para tokoh daerah terhadap hegemoni bangsa Eropa sebelum abad ke-20 

5.      Bernalar kritis menyelesaikan permasakahan mengenai bentuk penjajahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang bekerja secara mandiri dalam menemukan bukti peninggalan kolonialisme di lingkungan sekitar. 


C. Alur Tujuan Pembelajaran 


1. 12.1 Peserta didik mampu menjelaskan latar belakang berdirinya VOC di Nusantara
2. 12.2 Peserta didik mampu mengidentifikasi hak-hak istimewa (octrooi) VOC dan strukturnya

3. 12.3 Peserta didik mampu menganalisis strategi VOC memperluas kekuasaan (devide et impera, perjanjian dengan kerajaan lokal)

D. Materi Pembelajaran : 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi anak-anak ibu kelas XII hari ini kita lanjut bahasa materi dari bab I minggu lalu ya nak, dengan materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

-Latar Belakang Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dipicu oleh beberapa faktor utama:

  • Jatuhnya Konstantinopel (1453): Kota perdagangan utama ini jatuh ke tangan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman), menyebabkan jalur perdagangan rempah-rempah ke Eropa terputus.

  • Semangat 3G:

    • Gold (Mencari kekayaan/rempah-rempah).

    • Glory (Mencari kejayaan dan perluasan wilayah).

    • Gospel (Menyebarkan agama Kristen).

  • Perkembangan Teknologi: Ditemukannya kompas, peta, dan kapal tangguh untuk pelayaran samudra.

2. Jalur Kedatangan Bangsa Eropa

  • Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque, berhasil menaklukkan Malaka dan lanjut menuju Maluku.

  • Spanyol (1521): Tiba di Tidore, Maluku dipimpin oleh Sebastian del Cano, hingga memicu konflik persaingan dengan Portugis (diakhiri Perjanjian Saragosa).

  • Belanda (1596): Pertama kali mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

  • Inggris (1811–1816): Sempat menguasai Nusantara di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.

3. Kebijakan Penting Masa Kolonial

  • Monopoli Perdagangan VOC: Menguasai perdagangan rempah-rempah lewat pelayaran Hongi dan hak oktroi(hak istimewa cetak uang, tentara, dll.).

  • Sistem Tanam Paksa / Cultuurstelsel (1830): Diberlakukan oleh Van den Bosch, mewajibkan rakyat menanam komoditas ekspor (kopi, tebu, nila) yang menyebabkan kemiskinan dan kelaparan hebat.

  • Sistem Sewa Tanah / Landrent: Diterapkan oleh Raffles (Inggris) dengan menganggap semua tanah milik pemerintah.

  • Politik Etis (1901): Kebijakan "balas budi" Belanda yang mencakup 3 program: Edukasi (pendidikan), Irigasi(pengairan), dan Emigrasi (transmigrasi).


Assalamualaikum wr.wb. 

Selamat Pagi anak-anak ibu yang sholeh dan sholehah. semoga kita selalu dalam lindungan allah swt dan diberikan kemudahan untuk belajar ya nak🤲🏻🫶🏻 hari ini kita akan membahas materi tentang Penjajahan bangsa Belanda dan Peraturan VOc, yaitu dengan bahasan :

Surah Al-A'raf (7) : 56

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

  • Artinya: "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."

    MATERI : Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dipicu oleh beberapa faktor utama:

    • Jatuhnya Konstantinopel (1453): Kota perdagangan utama ini jatuh ke tangan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman), menyebabkan jalur perdagangan rempah-rempah ke Eropa terputus.

    • Semangat 3G:

      • Gold (Mencari kekayaan/rempah-rempah).

      • Glory (Mencari kejayaan dan perluasan wilayah).

      • Gospel (Menyebarkan agama Kristen).

    • Perkembangan Teknologi: Ditemukannya kompas, peta, dan kapal tangguh untuk pelayaran samudra.

    2. Jalur Kedatangan Bangsa Eropa

    • Portugis (1511): Dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque, berhasil menaklukkan Malaka dan lanjut menuju Maluku.

    • Spanyol (1521): Tiba di Tidore, Maluku dipimpin oleh Sebastian del Cano, hingga memicu konflik persaingan dengan Portugis (diakhiri Perjanjian Saragosa).

    • Belanda (1596): Pertama kali mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Pada tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

    • Inggris (1811–1816): Sempat menguasai Nusantara di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.

    3. Kebijakan Penting Masa Kolonial

    • Monopoli Perdagangan VOC: Menguasai perdagangan rempah-rempah lewat pelayaran Hongi dan hak oktroi(hak istimewa cetak uang, tentara, dll.).

    • Sistem Tanam Paksa / Cultuurstelsel (1830): Diberlakukan oleh Van den Bosch, mewajibkan rakyat menanam komoditas ekspor (kopi, tebu, nila) yang menyebabkan kemiskinan dan kelaparan hebat.

    • Sistem Sewa Tanah / Landrent: Diterapkan oleh Raffles (Inggris) dengan menganggap semua tanah milik pemerintah.

    • Politik Etis (1901): Kebijakan "balas budi" Belanda yang mencakup 3 program: Edukasi (pendidikan), Irigasi(pengairan), dan Emigrasi (transmigrasi).

    4. Perlawanan Bangsa Indonesia

    Sebelum abad ke-20, perlawanan rakyat masih bersifat kedaerahan, bergantung pada pemimpin karismatik, dan mudah diadu domba (Devide et Impera).

    • Perlawanan Tokoh Daerah: Pattimura (Maluku), Pangeran Diponegoro (Jawa), Tuanku Imam Bonjol (Sumatra Barat), Sultan Hasanuddin (Makassar), dan Sisingamangaraja XII (Tapanuli).

      *KESIMPULAN* 

    • Politik: Runtuhnya kekuasaan kerajaan lokal dan munculnya sistem birokrasi Barat.

    • Ekonomi: Terbentuknya sistem ekonomi uang, tetapi rakyat mengalami kemiskinan akibat eksploitasi.

    • Sosial-Budaya: Diskriminasi rasial/kelas sosial, masuknya kosakata serapan baru, dan berkembangnya agama Kristen/Katolik.

    • Pendidikan: Munculnya golongan terpelajar (dampak Politik Etis) yang nantinya memelopori Gerakan Nasionalisme Indonesia.

      berikut PPT materi yang harus kalian baca

PPT PENJAJAH BELANDA

Assesment : (LANGSUNG DI JAWAB DALAM KOMENTAR) 

1. Setelah VOC bangkrut dan dibubarkan pada 1799, penjajahan tidak berhenti — pemerintah Belanda justru melanjutkannya lewat sistem baru seperti Tanam Paksa (Cultuurstelsel).

Bandingkan cara VOC mengeksploitasi rakyat (monopoli dagang, kerja paksa) dengan cara pemerintah Hindia Belanda mengeksploitasi rakyat lewat Tanam Paksa. Apa persamaan dan perbedaan pola penjajahannya? Menurutmu, apa yang bisa dipelajari bangsa Indonesia dari pergantian pola eksploitasi ini agar peristiwa serupa (penguasaan sumber daya oleh pihak luar demi keuntungan sepihak) tidak terulang di masa sekarang?

Tetap Semangat dan Jaga kesehatan anak-anak ibu 🫰🏻🥰

6. KESIMPULAN DAN REFLEKSI

PERLAWANAN RAKYAT INDONESIA TERHADAP VOC (XI.F.S3)

      1. Identitas :  Nama              : Sonia Ayuning Pangesty, S.Pd. Gr Pertemuan.      : ke- 9 Kelas                 : XI.F.S3 Mata Pela...